Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Akademisi Kritik Pergantian Nama Balei Harungguan Djabanten Damanik Jadi Tuan Rondahaim Saragih

Jheslin M Girsang - Sabtu, 17 Januari 2026 14:40 WIB
2.364 view
Akademisi Kritik Pergantian Nama Balei Harungguan Djabanten Damanik Jadi Tuan Rondahaim Saragih
Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang
Joan Berlin Damanik.

"Tindakan ini bertentangan dengan Konstitusi. Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945 secara tegas mewajibkan negara untuk mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya. Penimpaan nama tanpa musyawarah adat dan tanpa legitimasi kultural merupakan pengingkaran terhadap pengakuan konstitusional tersebut," urainya.

Lebih jauh, katanya, kebijakan ini juga bertentangan dengan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pemajuan kebudayaan dimaknai sebagai upaya melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan. Penimpaan nama yang menghapus konteks historis dan melukai memori kolektif jelas bukan pemajuan, melainkan pengerdilan kebudayaan.

Atas dasar itu, Joan Berlin menyerukan agar Pemerintah Daerah Simalungun menghentikan praktik penataan simbol budaya secara sepihak dan meninjau ulang kebijakan penimpaan nama yang berpotensi menimbulkan konflik kultural.

Kemudian, Lembaga Adat Simalungun diminta untuk tidak membiarkan nama besar pahlawan nasional diseret ke dalam polemik akibat kebijakan yang tidak sensitif terhadap sejarah dan budaya lokal.

Sementara itu, masyarakat sipil dan akademisi diharapkan untuk bersuara dan mengawal agar penghormatan terhadap pahlawan nasional tidak berubah menjadi sumber delegitimasi budaya.

"Pernyataan ini adalah seruan perlawanan moral. Kita menghormati pahlawan, tetapi kita juga berkewajiban menjaga agar penghormatan itu tidak dijalankan secara ceroboh, sehingga justru melukai ingatan kolektif dan merusak harmoni sosial. Budaya bukan milik kekuasaan, sejarah bukan alat politik, dan nama besar pahlawan tidak boleh dijadikan masalah di tengah masyarakat," ungkapnya.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gerakan Mahasiswa Batak Toba Bersihkan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII
Jokowi Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional ke 6 Tokoh
Kemenangan Kotak Kosong di Makassar Jadi Perhatian Akademisi Dunia
Kowani Usulkan Jurnalis Perempuan Pertama dan Ibu Soed Jadi Pahlawan Nasional
Djarot Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Kiras Bangun
UI Kirim Dokter, Akademisi, hingga Mahasiswa ke Asmat
komentar
beritaTerbaru