Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 02 Juni 2026

Pencarian Korban Banjir Dipertanyakan Warga Sibabangun

* Danpos SAR Basarnas Tegaskan Sudah Bergerak
Rosianna Anugerah Hutabarat - Senin, 16 Februari 2026 14:29 WIB
464 view
Pencarian Korban Banjir Dipertanyakan Warga Sibabangun
Ist/SNN
Pencarian korban jiwa banjir di Sibabangun.

Tapteng (harianSIB.com)

Korban bencana banjir bandang Sibabangun, Tapanuli Tengah, menuding tim BPBD dan SAR Tapteng tidak pernah berupaya mencari korban jiwa pascabencana.

Korban yang masih dinyatakan hilang yakni, Abdul Manan Nasution, Radina Mendrofa, Selvia Zebua, Mitaria Telaumbanua, Johannes Hati Laoli, A Jese Zalukhu, Yostoni Laoli, Yuliadi Telaumbanua, dan Roy Sarma Pane.

Hal ini disampaikan keluarga korban yang diwakili Seyaman Zendrato, kepada tim pencari korban hilang dari Forkompinka Sibabangun.

Pasalnya, korban banjir bandang Sibabangun sudah hilang dua bulan lebih. Dalam kurun waktu tersebut, pihak keluarga telah berulang kali melakukan pencarian di sepanjang alur Sungai Garoga, namun tidak menemukan korban.

Baca Juga:
Rencana pencarian korban hilang banjir bandang di Kecamatan Sibabangun batal. Keluarga korban menilai, pencarian yang dilakukan dengan menelusuri alur Sungai Garoga akan sia-sia, tanpa dukungan alat berat dan pendeteksi.

"Sudah puluhan kali kami melakukan pencarian dengan menelusuri alur sungai, tapi tidak menemukan korban," ungkap Seyaman, Kamis (12/2/2026).

Seyaman menyarankan sekaligus meminta pihak Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Dari informasi didapatkan pihak keluarga, dari puluhan jasad yang dikubur di Batang Toru, Tapsel, ada delapan orang tanpa identitas. Diyakini, dari delapan jasad tanpa identitas tersebut, ada korban hilang dari Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio.

Dikonfirmasi hal tersebut di atas, Danpos SAR Sibolga Dermawan Sinaga membantah jika pihaknya tidak turun ke wilayah sibabangun. Anggota SAR telah turun ke Muara Sibuntuon namun terkendala infrastruktur dan medan terjal, akhirnya SAR melakukan penyisiran hingga ke sungai Barang Toru.

"Kami sudah melakukan pencarian di sana pascabanjir," tegasnya, Senin (16/2/2026).

Bahkan, lanjut Dermawan, pihaknya sudah mencoba menurunkan alat berat ke lokasi namun dikarenakan infrastruktur menuju lokasi rusak parah dan butuh waktu lama untuk menghubungkan ke lokasi.

"Dalam mencari korban jiwa tidak mungkin mengorbankan nyawa lain lagi. Personel kami juga terbatas dan misi penyelamatan jiwa juga dibutuhkan di lokasi lain," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapteng Leonardus Sinaga menjelaskan soal delapan korban yang ditemukan di Batang Toru, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Tapsel bahwa 6 korban merupakan warganya dan dua lainnya merupakan warga Sibabangun mendapat pengakuan keluarga.

Menurutnya, membongkar kembali kuburan massal itu bukan perkara hal mudah memerlukan sejumlah prosedur hukum dan etis yang ketat agar tidak melanggar hak-hak keluarga korban lainnya maupun norma masyarakat lokal.

Apalagi keluarga korban yang keberatan tidak bisa memastikan jika salah satu korban jiwa yang dimakamkan benar-benar anggota keluarganya.

"Kita tidak bisa sembarangan membongkar kuburan massal. Ada proses pemeriksaan yang harus dilakukan bersama pihak kepolisian, kejaksaan, serta dinas kesehatan untuk memastikan keabsahannya. Apalagi masih menerka-nerka atau berdasarkan perkiraan," tutupnya. (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Satsamapta Polres Tanah Karo Gelar Rapat Penanggulangan Bencana Alam
Richard Taruli Horja Tampubolon Disambut Haru Siswa St Fransiskus, TNI AD Siap Percepat Rekonstruksi Pascabanjir
Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat
Menteri PPPA Buka Pelatihan Tanggap Bencana PWKI Sumut
Zeira Salim: Program Gentengisasi Prabowo Hendaknya Prioritaskan Bagi Korban Bencana Sumatera
Pemkab Tapteng Kembali Buka Posko Pengungsi GOR Pandan
komentar
beritaTerbaru