Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Jejak Dinasti Qing Tercatat di Prasasti Kelenteng Guang Fu Gong Sergai

Muhammad Arif Hidayatullah - Selasa, 17 Februari 2026 12:56 WIB
114 view
Jejak Dinasti Qing Tercatat di Prasasti Kelenteng Guang Fu Gong Sergai
Foto: harianSIB.com / M Arif H
Kelenteng Guang Fu Gong di Jalan Menang, Dusun I, Desa Pantaicermin Kiri, Kecamatan Pantaicermin, Selasa (17/2/2026).

Sergai (harianSIB.com)

Prasasti berbahasa Tionghoa di Kelenteng Guang Fu Gong, Desa Pantaicermin Kiri, Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mencatat perjalanan sejarah sejak awal berdiri hingga perkembangan di era modern.

Tertulis dalam prasasti itu rentang masa pemerintahan sejumlah kaisar Dinasti Qing, mulai dari Kaisar Jiaqing (1796–1820) hingga Xuantong atau Puyi (1909–1911).

Selain itu, tercatat periode Republik Tiongkok (1912–1948) dan Republik Rakyat Tiongkok sejak 1949 sampai sekarang.

Anggota DPRD Sergai Fraksi Golkar, Meriyanto, yang juga warga keturunan Tionghoa, mengatakan vihara tersebut dikenal sebagai Vihara Kuan Im yang telah lama berdiri dan memiliki nilai sejarah bagi masyarakat.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, berdasarkan isi prasasti, kelenteng awalnya hanya berupa bangunan kecil.

"Pada tahun 1900 atau era Guangxu ke-26, murid-murid dari Guangdong dan Fujian melakukan renovasi dan perluasan dengan menambah patung dewa atau Buddha, hiolo, meja altar, serta perlengkapan ibadah lainnya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Kemudian, pada tahun 1901, seorang donatur bermarga Lin membawa lonceng dan genderang besar dari luar negeri. Saat itu kelenteng dipimpin rohaniawan Shi Ming Dashi. Prasasti juga mencatat sumbangan papan kaligrafi dari para dermawan.

Selain mencatat renovasi awal abad ke-20, prasasti tersebut juga memuat pembangunan di era modern, antara lain renovasi pendopo depan tahun 1975, perbaikan area luar dan pemasangan lampu tahun 1984, renovasi lantai tahun 1992, pembangunan Tian Gong Ting tahun 1994, pagoda dan pagar tahun 1996.

"Serta perluasan bangunan pada 2009–2010, termasuk pembangunan kuil Qing Long Bai Hu Gong, Wu Zu Miao, dan Datuk Kong," ungkapnya

Ia menambahkan, di bagian akhir, prasasti berisi pesan agar umat dan masyarakat menjaga serta merawat kelenteng sebagai aset bersama dan melanjutkan jasa para pendahulu. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Senggolan Sepedamotor, Pairi Tewas di Pantaicermin
Tabrakan di Tikungan Pantaicermin, 1 Tewas 3 Luka-luka
Puluhan Warga Pantaicermin Unjukrasa Tolak Peternakan di Desa Kotapari
Menganggur, 2 Pria Nekat Menjambret Tas di Pantaicermin
Judi Togel Makin Merajalela di Perbaungan dan Pantaicermin
544 Bacaleg Mendaftar ke KPU Serdangbedagai
komentar
beritaTerbaru