Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Lansia Miskin Tanggung Jawab Cucu, Mengapa Akses PIP Masih Sulit?

Rosianna Anugerah Hutabarat - Senin, 23 Februari 2026 10:44 WIB
389 view
Lansia Miskin Tanggung Jawab Cucu, Mengapa Akses PIP Masih Sulit?
Foto: harianSIB.com/Dok
Posma Sibagariang bersama cucunya.

Tapteng(harianSIB.com)

Tua dan renta, tubuh yang sudah tidak sekuat dulu harus pasrah mengharapkan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah dua cucunya.

Nenek Posma Sibagariang (81), merasa terbebani namun tidak punya pilihan lain setelah anaknya yang merupakan orang tua dari kedua cucu masuk bui. Sementara menantu perempuannya kabarnya telah menikah kembali.

Setahun sudah, lansia janda ini mengasuh Rendi Manalu dan Ando Manalu, mengandalkan bantuan lansia yang diterimanya dari Program Keluarga Harapan (PKH) Lansia. Uang Rp 300 ribu per bulan yang diterima hanya mampu membeli beras dan menutupi kebutuhan hidup lainnya seperti minyak goreng, lauk dan tagihan listrik.

Tinggal di rumah panggung terbuat dari kayu yang sudah lapuk yang terletak di Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Tapteng, beberapa bagian rumah telah berlubang. Posma dan kedua cucunya seringkali harus berjuang melawan hujan yang menerobos masuk setiap musim penghujan tiba.

Baca Juga:
Ketika malam datang, mereka hanya bisa menggunakan satu bola lampu kecil yang menyala redup karena daya listrik yang terbatas.

Setiap hari janda almarhum Urusan Manalu ini memberangkatkan kedua cucunya dengan tangis yang disembunyikan, sekadar memberi sedikit jajan sekolah rasanya sulit, apalagi saat anak tidak beruntung itu meminta alat tulis perlengkapan belajar.

Rendi Manalu duduk di kelas 5 dan Ando Manalu di kelas 3 Sekolah Dasar 153029 Padang Masiang 2. Kedua siswa yang lahir dari keluarga miskin ini tidak mendapat dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Kabar ini tentu saja mengoyak hati masyarakat. Bagaimana bisa anak dari keluarga miskin itu luput dari perhatian pihak terkait dan sesulit itukah mendapat bantuan Program Indonesia Pintar.

Dikonfirmasi ke Plt Kadis Pendidikan Tapteng Johannes Simanjuntak, menjelaskan, jika dua murid tersebut telah diusulkan sebagai penerima PIP pada Januari 2026.

"Begitu diusulkan, ada kendala di adminstrasi. Itu di luar ranah kami karena selebihnya di Kementerian," ucapnya, Senin (23/2/2026) pagi.

Namun demikian, kata Johannes, pihaknya akan terus menindaklanjuti usulan tersebut agar kedua anak ini dalam pemenuhan hak-haknya termasuk mendapatkan dana bantuan PIP.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapanuli Tengah Mariati Manullang melakukan pengecekan desil kesejahteraan nasional yang tercatat di sistem data terpadu DTSEN/DTKS yang bersumber dari survei Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa keluarga ini terdaftar di desil 5 yakni kelompok menengah bawah yang relatif stabil.

Namun demikian, melihat kondisi anak yang diasuh neneknya, Dinsos Tapteng telah membuat surat rekomendasi penurunan desil keluarga tersebut.

"Kita turunkan desilnya dulu dan kita tindaklanjuti lagi," kata Mariati. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Fokus Ketahanan Pangan, BI Perkuat Strategi GPIPS Jaga Inflasi
PGN Siap Optimasi BioCNG, Perkuat Layanan Beyond Pipeline dan Energi Ramah Lingkungan
Pemprov Sumut Dukung Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sumatera
BPJS Kesehatan: Penonaktifan Peserta PBI JK Sesuai SK Mensos
Rommy Van Boy Minta Dinas Perkimcikataru Medan Prioritaskan Pemasangan Pipa Air Bersih di Sari Rejo
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
komentar
beritaTerbaru