Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Bupati Tapteng Hadiri Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI

Rosianna Anugerah Hutabarat - Kamis, 02 April 2026 22:47 WIB
82 view
Bupati Tapteng Hadiri Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI
Foto: Diskominfo Tapteng
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu (kiri) mendampingi Ketua DEN RI Luhut Panjaitan (baris kedua dari kiri) dan Bupati Humbahas meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura di Humbang Hasundutan, Rabu (1/4/2026).

Humbahas (harianSIB.com)

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menghadiri rapat agenda Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Kawasan Danau Toba, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI di Kawasan TSTH2 Desa Aek Nauli I Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya pendekatan berbasis penelitian dalam setiap upaya pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan nasional.

Pengembangan ini menuju pertanian modern berbasis Al dan teknologi inovasi hulu-hilir. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), TSTH2 dirancang menjadi Center of Excellence untuk riset tanaman herbal dan hortikultura guna memperkuat ketahanan pangan di Kawasan Toba bahkan akan dikembangkan terus hingga nasional.

Baca Juga:
"Menurut saya, apa pun yang mau kita kerjakan, itu dalam konteks ketahanan harus ada studi atau riset. Jadi dengan studi riset ini kita punya data. Data itulah yang nanti bisa kita jalankan. Jadi tidak bisa asal mau kita saja," ungkap Luhut dalam rilis yang diterima, Rabu (2/4).

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan langkah modernisasi sektor agraris yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan pangan.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Proyek Fiktif, Satu Ditahan
Masyarakat Mengeluh, Harga Pertalite di Saribudolok Rp13.000-Rp15.000 per Liter
Petani Kesal, Pupuk Urea Langka di Saribudolok
PERMATA dan MTPP GBKP Kembangkan Kompos Cair dari Limbah Pertanian
Viktor Silaen: Dana TKD Pemulihan Bencana Rp6,3 Triliun Jangan Hanya untuk Infrastruktur Jalan
Harga Cabai Rawit di Saribudolok Anjlok, Petani Keluhkan Pendapatan Turun
komentar
beritaTerbaru