Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Kasdim Agara Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Armentoni Munthe - Sabtu, 25 April 2026 14:52 WIB
151 view
Kasdim Agara Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
harianSIB.com/Armentoni Munthe
Kasdim 0108/Agara Mayor Inf Ronny Mahendra memberikan arahan pada Safari Subuh Forkopimda Aceh Tenggara di Masjid Pengulu Tangkuh, Desa Kute Bantil, Kecamatan Lawe Bulan.

Kutacane(harianSIB.com)

Kasdim 0108/Aceh Tenggara Mayor Inf Ronny Mahendra mengajak masyarakat mewaspadai maraknya disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Hal itu disampaikan Kasdim saat memberikan arahan pada kegiatan Safari Subuh Forkopimda Aceh Tenggara di Masjid Pengulu Tangkuh, Desa Kute Bantil, Kecamatan Lawe Bulan, Jumat (24/4/2026).

"Beberapa hari ini kita disuguhi berita, opini maupun isu yang sangat berpotensi terhadap perpecahan anak bangsa," ujar Ronny Mahendra mewakili Dandim 0108/Agara.

Ia menegaskan, disinformasi merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks sehingga harus diantisipasi bersama. Menurutnya, penyebaran hoaks memiliki konsekuensi hukum, baik secara undang-undang, sosial maupun agama.

Baca Juga:
Selain itu, ia juga menyoroti fitnah yang dinilai dapat merusak hubungan antarsesama. "Kalau ada masyarakat yang menggiring ke arah sana, segeralah kita sadarkan," katanya.

Kasdim juga mengingatkan masyarakat agar tidak memelihara rasa kebencian terhadap sesama. Menurutnya, masyarakat harus saling mendukung dan ikut senang melihat keberhasilan orang lain.

"Kalau ada isu disinformasi jangan kita teruskan, jangan cepat ditelan. Kalau ada fitnah dan ujaran kebencian lebih baik kita tinggalkan. Bukankah kita bersama-sama berkewajiban menjaga persatuan dan kesatuan anak bangsa," pintanya.

Sementara itu, penceramah Safari Subuh, Hamdan Sarkawi, mengatakan tidak ada manusia yang sempurna sehingga setiap orang perlu saling introspeksi.

Ia menilai ujaran kebencian salah satunya dipicu rendahnya kualitas sumber daya manusia. Namun demikian, penyampaian pendapat tetap dilindungi undang-undang sepanjang dilakukan dengan etika dan tanggung jawab.

Kegiatan Safari Subuh tersebut menjadi bagian dari upaya Forkopimda Aceh Tenggara menjaga kondusivitas daerah di tengah maraknya penyebaran informasi menyesatkan di tengah masyarakat.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Budi Gunadi Sadikin Janji Tambah Alkes RSUD H Sahudin Kutacane, Siap Tangani Stroke hingga Jantung
PN Kutacane Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara
Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak di Aceh Tenggara
Ketua PN Kutacane Serahkan Bantuan Kepada Pegawai yang Rumahnya Hanyut Diterjang Banjir
Bupati Aceh Tenggara Inginkan Masyarakatnya Sehat Selalu
Ketua MS: Mayoritas Gugatan Cerai di Aceh Tenggara Diajukan Istri, Capai 75 Persen
komentar
beritaTerbaru