Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 24 Mei 2026

Puncak SAFest 2026 di Taput: Gowes 24 Km, Renang Lintas Pulau, hingga Ngopi di Tengah Danau Toba

Anwar Lubis - Minggu, 24 Mei 2026 20:26 WIB
124 view
Puncak SAFest 2026 di Taput: Gowes 24 Km, Renang Lintas Pulau, hingga Ngopi di Tengah Danau Toba
Foto: Dok/Kominfo
Bupati Taput Jonius Hutabarat dan Wakil Bupati Deni Lumbantoruan bersama peserta Muara-Sibandang Gowes 2026 di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Taput, Minggu (24/5/2026).

Taput(harianSIB.com)

Kawasan Muara dan Pulau Sibandang di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mendadak semarak pada Minggu (24/5/2026). Ratusan pesepeda, puluhan perenang dan ribuan pasang mata menyaksikan puncak perhelatan Sepekan Art Festival (SAFest) 2026 yang memadukan olahraga, seni dan keindahan alam Danau Toba dalam satu panggung yang megah.

Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, bersama Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, secara resmi melepas peserta Muara-Sibandang Gowes 2026 sekaligus Open Water Swimming (OWS) dari Desa Sibandang, Kecamatan Muara. Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon turut hadir mendampingi dan menjadi bagian dari kemeriahan hari itu.

Lebih dari 100 pesepeda mengayuh roda mereka menyusuri rute dari Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, mengelilingi Pulau Sibandang dengan jarak tempuh sekitar 24 hingga 26,75 kilometer sebelum finis di Hotel Pantai Libra Muara.

Bupati JTP sapaan akrab Jonius Taripar Parsaoran, turut berbaur bersama para peserta, mengayuh sepeda mengelilingi pulau yang dikelilingi birunya perairan Danau Toba. Pemandangan perbukitan hijau dan hamparan danau terluas di Asia Tenggara itu menjadi latar sempurna yang menemani setiap kayuhan.

Baca Juga:
Tak kalah menegangkan, Open Water Swimming (OWS) menjadi salah satu magnet utama SAFest 2026. Sekitar 23 hingga 25 peserta terjun ke perairan terbuka Danau Toba, berenang dari Pulau Sibandang menuju Muara sejauh 1,2 kilometer.

Para peserta datang dari berbagai penjuru, mulai dari Taput, Toba, Labuhan Batu, Pematangsiantar, hingga Tangerang membuktikan bahwa daya tarik Pulau Sibandang kini sudah melampaui batas-batas daerah.

Yang paling mencuri perhatian, di antara deretan peserta dewasa, tampil dua peserta putri yang gagah berani, serta seorang anak berusia 7 tahun yang berhasil menuntaskan lintasan renang terbuka sepanjang 1,2 kilometer itu. Tepuk tangan meriah menyambut mereka saat tiba di garis finis.

Namun di antara seluruh rangkaian kegiatan, ada satu momen yang paling membekas, yaitu sesi "ngopi di tengah Danau Toba. Peserta dan panitia berhenti sejenak di tengah perairan, menikmati kopi hangat sambil melakukan water trapping, sebuah teknik bertahan di atas air dengan panorama Danau Toba membentang luas di sekeliling mereka.

Momen inilah yang menjadi simbol sejati SAFest 2026, bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan hidup di tanah Bonapasogit.

SAFest 2026 lahir dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Taput dengan Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Perpaduan antara birokrasi dan dunia akademik ini menghasilkan festival yang tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga kaya konten budaya dan potensi promosi wisata.

Kawasan Muara dan Pulau Sibandang yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata lokal, kini diproyeksikan tampil di panggung pariwisata nasional melalui event-event olahraga dan budaya seperti ini.

Jonius Hutabarat menegaskan, kegiatan seperti SAFest 2026 bukan sekadar hiburan, melainkan strategi nyata membangun citra Taput sebagai destinasi wisata olahraga kelas nasional.

"Event pariwisata olahraga seperti ini adalah wajah baru kemajuan Taput. Kita siap jadi destinasi unggulan nasional," tegasnya.

Dengan keindahan alam Danau Toba sebagai panggung utama, semangat kolaborasi lintas sektor dan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh, Taput tampaknya serius menggarap potensi besar yang selama ini tersimpan di balik birunya air dan hijaunya perbukitan Pulau Sibandang (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
Prof Emil Salim: Danau Toba Punya Banyak History Jaga Kelestariannya
komentar
beritaTerbaru