Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 02 Juni 2026

Petani di 3 Kabupaten "Menjerit" Akibat Pupuk Bersubsidi Langka dan Irigasi "Hancur-lebur"

Firdaus Peranginangin - Selasa, 02 Juni 2026 18:03 WIB
92 view
Petani di 3 Kabupaten "Menjerit" Akibat Pupuk Bersubsidi Langka dan Irigasi "Hancur-lebur"
Foto harianSIB.com/Firdaus
Muniruddin Ritonga SHI.

Padang Lawas(harianSIB.com)

Ribuan Petani di tiga kabupaten ( Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan) semakin terjepit dan menjerit, akibat terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi dan "hancur-leburnya" jaringan irigasi, sehingga besar harapan mereka ada perhatian pemerintah, baik provinsi maupun pusat.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumut Dapil 7 Kabupaten Paluta, Palas dan Tapsel Muniruddin Ritonga SHI kepada wartawan, Selasa (2/6) di DPRD Sumut menyampaikan hasil kegiatan resesnya di sela-sela kegiatan rapat paripurna dalam agenda penyampaian hasil reses di kabupaten/kota di Sumut.

"Akibat terjadinya kelangkaan pupuk tersebut, petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga mahal, sementara sebagian lahan persawahan terancam tidak produktif karena kekurangan pasokan air, akibat irigasi rusak," ujar Muniruddin Ritonga sembari menambahkan, para petani yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan saat ini kehidupannya semakin terjepit.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut ini, hingga saat ini petani masih menghadapi kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung sektor pertanian. Di lapangan, pupuk sering kali tidak tersedia saat dibutuhkan petani pada awal masa tanam.

Baca Juga:
"Keluhan ini hampir kami dengar di setiap titik reses. Petani mengaku pupuk subsidi sulit diperoleh. Kalaupun tersedia, sering datang terlambat sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas tanaman," ujar politisi muda vokal ini.

Selain persoalan pupuk, Muniruddin juga menyoroti kerusakan jaringan irigasi yang terjadi di sejumlah sentra pertanian, membuat pasokan air ke lahan persawahan terganggu, terutama saat musim kemarau.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
F-PDIP DPRD Sergai Minta Pemkab Upayakan Penambahan Pupuk Bersubsidi
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
4 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumut Menyusul Segera Disidang
Bocah Pengidap HIV Terancam Diusir, Pemprov Sumut Kirim Tim ke Samosir
Masyarakat Sarogodung Butuh Perhatian Pemerintah
komentar
beritaTerbaru