Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Proyek SPAM IKK Tarutung Jalan Terus, Tapi Anggaran Masih Misteri

Anwar Lubis - Rabu, 01 Juli 2026 14:41 WIB
104 view
Proyek SPAM IKK Tarutung Jalan Terus, Tapi Anggaran Masih Misteri
Foto: Dok/Kominfo
Rombongan Pemkab Taput saat meninjau lokasi pembangunan IPA baru di Silangkitang, Sipoholon, Selasa (30/6/2026).

Taput(harianSIB.com)

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Tarutung terus berjalan, namun hingga kini Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) belum membuka berapa anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut.

Wakil Bupati Taput Deni Parlindungan Lumbantoruan, meninjau langsung progres pembangunan IPA itu di Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Selasa (30/6/2026). Kunjungan tersebut diikuti Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mual Na Tio David PPH Hutabarat, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Taput dan Camat Sipoholon.

Dalam peninjauan itu, Deni menyebutkan IPA baru berkapasitas 50 liter per detik tersebut akan mendongkrak total kapasitas debit air SPAM IKK Tarutung dari 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik. Cakupan layanan air bersih pun direncanakan diperluas ke tiga kecamatan yakni, Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita.

"Kami ingin memastikan progres pembangunan IPA baru ini berjalan sesuai target, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," kata Deni di lokasi proyek.

Baca Juga:
Ia meminta pihak pelaksana, PT Wijaya Karya (WIKA), mempercepat proses konstruksi agar IPA dapat segera difungsikan oleh Perumda Mual Na Tio dalam mendistribusikan air bersih.

Deni juga menginstruksikan agar pelayanan terhadap sekitar 12.000 pelanggan eksisting di Tarutung diamankan dan diintensifkan lebih dulu sebelum penambahan sambungan baru dilakukan dengan skema yang dikolaborasikan bersama fasilitas penampungan di Tangsi.

Soal pendapatan, ia menargetkan kenaikan persentase pembayaran rekening air masyarakat dari sekitar 60 persen menjadi 80 persen, seiring perbaikan kualitas layanan. Manajemen Perumda diwajibkan melakukan pendataan pelanggan secara akurat, menyusun analisis kebutuhan biaya peningkatan jaringan, serta menggencarkan sosialisasi ke masyarakat.

Yang menjadi sorotan, dalam keterangan resmi yang disampaikan Pemkab Taput soal kunjungan kerja ini, tidak ada satu pun angka anggaran yang disebutkan. Baik nilai kontrak dengan PT Wijaya Karya, sumber pendanaan proyek (apakah berasal dari APBD, APBN, atau skema pembiayaan lain), maupun estimasi biaya peningkatan jaringan yang justru baru akan "dianalisis" oleh manajemen Perumda, semuanya belum dibuka ke publik. Padahal proyek ini menyangkut layanan dasar bagi puluhan ribu warga di tiga kecamatan.

harianSIB.com masih berupaya mengonfirmasi rincian anggaran tersebut kepada manajemen Perumda Mual Na Tio. Hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi terkait nilai investasi proyek maupun skema kontraknya dengan WIKA.

Menanggapi hal ini, pemerhati kebijakan publik di Taput Hotman Simangunsong, menilai langkah peninjauan oleh Wakil Bupati patut diapresiasi, tetapi tidak cukup tanpa diikuti transparansi anggaran.

"Yang ditinjau itu fisik proyeknya, tapi yang paling penting justru tidak disampaikan, yaitu berapa anggarannya, dari mana sumbernya, dan bagaimana skema kontraknya dengan WIKA. Tanpa data itu, masyarakat sulit mengukur apakah proyek ini efisien atau tidak," ujar Hotman.

Ia menambahkan, ketiadaan informasi anggaran berisiko menimbulkan tanda tanya masyarakat, terlebih proyek ini menyangkut layanan dasar yang dibiayai dari uang negara atau daerah.

"Kalau memang proyek ini bersih dan dikerjakan dengan baik, semestinya tidak ada alasan untuk menutup informasi anggarannya. Justru keterbukaan itu akan memperkuat kepercayaan publik," katanya.

Hotman juga menyoroti target kenaikan pembayaran rekening air dari 60 persen menjadi 80 persen, yang menurutnya hanya realistis tercapai apabila diiringi perbaikan layanan nyata, bukan sekadar imbauan administratif kepada pelanggan eksisting (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Bupati Taput Dukung UKW di Bonapasogit
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Rijon Manalu Terpilih Sebagai Ketua DPC GAMKI Taput Periode 2018-2021
Trimedya Panjaitan: PDIP Harus Menang untuk Lebih Memajukan Taput
Trimedya Panjaitan Minta Polres Taput Menetapkan Pasal Berlapis kepada Tersangka
komentar
beritaTerbaru