Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Proyek Irigasi Afia Kembali Disorot, Warga Temukan Sejumlah Persoalan di Lapangan

Normalius Gori - Senin, 21 September 2026 11:26 WIB
275 view
Proyek Irigasi Afia Kembali Disorot, Warga Temukan Sejumlah Persoalan di Lapangan
Foto: Dok/Warga
Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, disorot warga, Senin (21/9/2026).

Gunungsitoli(harianSIB.com)

Proyek Pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, kembali disorot. Pemantauan masyarakat menemukan sejumlah persoalan, mulai dari material yang mengganggu badan jalan, kualitas pekerjaan beton, kedalaman pondasi, hingga pekerjaan drainase yang belum diselesaikan.

Tokoh masyarakat di lokasi pembangunan, Ama Jeli Ziliwu, kepada harianSIB.com, Senin (21/9/2026), mengatakan, material bekas pekerjaan yang berada di badan jalan mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan debu. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu keselamatan pengguna jalan sekaligus menurunkan kualitas udara bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, material yang digunakan untuk penimbunan bahu jalan juga diduga berasal dari hasil galian drainase atau irigasi berupa lumpur. Kondisi ini, kata dia, perlu diperiksa karena kualitas material timbunan seharusnya mengacu pada spesifikasi teknis pekerjaan.

Warga juga menemukan proses pencampuran beton yang dipersoalkan. Dalam video yang dimiliki masyarakat, terlihat pencampuran sekitar 31 sekop pasir dengan 0,5 zak semen.

Baca Juga:
Ama Jeli meminta komposisi tersebut diperiksa dan dibandingkan dengan metode kerja serta spesifikasi teknis kontrak.

Selain itu, sejumlah titik drainase disebut dikerjakan tanpa mesin molen dan hanya dicampur secara manual. Warga juga mendapati kedalaman pondasi di beberapa lokasi diduga tidak mencapai 40–50 sentimeter. Menurutnya, kedua kondisi tersebut perlu diuji terhadap dokumen teknis proyek.

Persoalan lain adalah sejumlah pekerjaan drainase yang ditinggalkan sehingga dikhawatirkan mengurangi fungsi saluran dan meningkatkan risiko banjir maupun longsor. Eksisting yang telah dibongkar juga disebut belum dibangun kembali, sehingga terjadi longsor yang mengancam permukiman warga sekitar.

Ama Jeli juga mempertanyakan belum terlihatnya basecamp/bescam proyek. Ia meminta Dinas PUTR memeriksa apakah item tersebut tercantum dalam kontrak dan bagaimana penganggarannya. Menurutnya, pemeriksaan dokumen penting agar tidak muncul asumsi mengenai penggunaan anggaran sebelum fakta diketahui.

"Kami tidak meminta proyek ini dihentikan. Kami meminta Dinas PUTR turun langsung memeriksa mutu, volume, kedalaman pondasi, material, pekerjaan drainase dan kondisi eksisting. Setiap pekerjaan yang dibiayai anggaran publik harus sesuai kontrak dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Kadis PUTR Kota Gunungsitoli), Ampelius Nazara saat dikonfirmasi belum bisa menanggapi.

"Saya buru-buru mau ikuti rapat," kata Nazara. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karo Dirangkai Peletakan Batu Pertama Rehabilitasi Masjid Jami
Proyek Pembangunan Bronjong Jalan Nasional Batas Karo-Dairi Berbiaya Rp14,17 M Ambruk
Polres Tobasa Lidik Proyek Pembangunan Gedung Kantor Camat Pintu Pohan Meranti
Pengurus PWI Sumut Kunjungi Rumah Rehabilitasi Korban Narkoba Amanjaya Ipoh Malaysia
Pemenang Lelang Rehabilitasi Gedung VIP Berlian RSUD HAMS Kisaran Dituding Tidak Memenuhi Syarat Kualifikasi
Kementerian PUPR Didesak Tuntaskan Proyek Pembangunan Air Bersih Rp 50 M di Karo
komentar
beritaTerbaru