WALHI Desak China Exim Hentikan Dana PLTA Batang Toru
Medan(harianSIB.com)Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru
Medan(harianSIB.com)
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW milik PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE).
Desakan itu disampaikan WALHI dalam media briefing di Medan, Selasa (22/9/2026). WALHI menilai proyek tersebut bermasalah secara ekologis, hukum dan berisiko secara finansial.
Kepala Divisi Kampanye WALHI Nasional, Uli Arta Siagian, mengatakan China merupakan salah satu investor terbesar dalam NSHE.
Baca Juga:
"Salah satu investor paling besar adalah China dalam NSHE. Pembiayaan dari China ExIm Bank rentan terhadap landscape Batang Toru dan terbukti dari bencana yang terjadi," kata Uli.
WALHI mencatat NSHE dikendalikan SDIC Power Holdings Co Ltd. Pada 2022, SDIC disebut menggunakan skema pinjaman sindikasi yang dipimpin China Exim dengan nilai jaminan dilaporkan mencapai US$1,251 miliar dan masa jaminan hingga 18 tahun.
Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba, mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut. Ia menyebut proyek itu sempat dihentikan Kementerian Lingkungan Hidup pada 5 Desember 2025 pascabanjir bandang Sumatera, izinnya dicabut pada Januari 2026, serta diwajibkan membayar Rp200,6 miliar melalui putusan pengadilan pada April 2026.
"Izinnya sempat dicabut akan tetapi mereka kembali beroperasi. Kita belum menemukan SK dari kementerian terkait pelanjutan proyek ini," ujar Rianda.
WALHI juga menyebut kawasan Batang Toru berada di Sesar Toru yang rentan terhadap gempa dan longsor.
"WALHI menolak pembangunan PLTA ini. Bahwa pembangunan ini dilakukan di zona gempa. Wilayah ini sangat rentan gempa namanya Sesar Toru," tegasnya.
Baca Juga:
Selain itu, WALHI menyoroti desain proyek yang disebut mengalihkan aliran sungai sepanjang 14 kilometer melalui terowongan serta operasi puncak harian yang dinilai berpotensi memicu banjir di hilir dan mengancam habitat Orangutan Tapanuli.
Uli mengatakan WALHI telah mengirim surat resmi kepada China Exim Bank agar menggunakan kewenangan uji tuntas, pengawasan pascapinjaman hingga mekanisme keluar dari pendanaan proyek.
"Jika pinjaman terus diberikan oleh China ExIm Bank maka risiko finansial yang terjadi akan sangat besar. Investasi ini tidak sesuai dengan kebijakan keuangan hijau Tiongkok," ujar Uli.
WALHI meminta China Exim Bank menangguhkan pencairan dana selama audit dan litigasi belum selesai, membatalkan dukungan apabila dampak tidak dapat dimitigasi, serta menarik kembali dana yang telah cair.
"Permohonan utama kita adalah menangguhkan, membatalkan atau meminta pembayaran kembali pendanaan ini. Dan ini adalah seruan dari masyarakat sipil yang melihat fakta langsung akan cacatnya pelaksanaan proyek ini," kata Rianda.(**)
Baca Juga:
Medan(harianSIB.com)Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru
Langkat(harianSIB.com)PT Raya Padang Langkat bergerak cepat memperbaiki jembatan yang ambruk di Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, K
Tapsel(harianSIB.com)Puluhan siswa dari sekolah binaan PT Agincourt Resources (PTAR) mengikuti Jambore Berdaya Sekolah Adiwiyata di Sopo Dag
Medan(harianSIB.com)Harga emas dunia melemah ke level 4.317 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp2,49 juta per gram, setelah pejabat The F
Simalungun(harianSIB.com)Korem 022/Pantai Timur menggelar bazar murah untuk prajurit, PNS, Persit dan masyarakat dalam menyambut HUT ke81 T
Tapteng(harianSIB.com)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menyepakati ranc
Lubukpakam(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang membuka peluang investasi dan kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok
Jakarta(harianSIB.com)Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersinergi dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Fo
Medan(harianSIB.com)Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Dr Adardam Achyar, menyoroti persoalan surat yang dibuat advokat dalam men
Binjai(harianSIB.com)Seorang petugas pemotongan batang pohon bernama Akbar terjatuh dari ketinggian saat melakukan pekerjaan peremajaan poho
Belawan(harianSIB.com)Tim URC Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial MR (38), yang diduga melakukan pencurian
Rantauprapat(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu menangkap seorang pria berinisial MA alias Ari (32)