Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

WALHI Desak China Exim Hentikan Dana PLTA Batang Toru

Tumpal Manik - Rabu, 23 September 2026 06:00 WIB
120 view
WALHI Desak China Exim Hentikan Dana PLTA Batang Toru
Foto: harianSIB.com/Tumpal Manik
WALHI menggelar media briefing mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru 510 MW milik PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) di Medan, Selasa (22/9/2026).

Medan(harianSIB.com)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak China Exim Bank menghentikan total pendanaan proyek PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW milik PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE).

Desakan itu disampaikan WALHI dalam media briefing di Medan, Selasa (22/9/2026). WALHI menilai proyek tersebut bermasalah secara ekologis, hukum dan berisiko secara finansial.

Kepala Divisi Kampanye WALHI Nasional, Uli Arta Siagian, mengatakan China merupakan salah satu investor terbesar dalam NSHE.

Baca Juga:

"Salah satu investor paling besar adalah China dalam NSHE. Pembiayaan dari China ExIm Bank rentan terhadap landscape Batang Toru dan terbukti dari bencana yang terjadi," kata Uli.

WALHI mencatat NSHE dikendalikan SDIC Power Holdings Co Ltd. Pada 2022, SDIC disebut menggunakan skema pinjaman sindikasi yang dipimpin China Exim dengan nilai jaminan dilaporkan mencapai US$1,251 miliar dan masa jaminan hingga 18 tahun.

Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba, mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut. Ia menyebut proyek itu sempat dihentikan Kementerian Lingkungan Hidup pada 5 Desember 2025 pascabanjir bandang Sumatera, izinnya dicabut pada Januari 2026, serta diwajibkan membayar Rp200,6 miliar melalui putusan pengadilan pada April 2026.

"Izinnya sempat dicabut akan tetapi mereka kembali beroperasi. Kita belum menemukan SK dari kementerian terkait pelanjutan proyek ini," ujar Rianda.

WALHI juga menyebut kawasan Batang Toru berada di Sesar Toru yang rentan terhadap gempa dan longsor.

"WALHI menolak pembangunan PLTA ini. Bahwa pembangunan ini dilakukan di zona gempa. Wilayah ini sangat rentan gempa namanya Sesar Toru," tegasnya.

Baca Juga:

Selain itu, WALHI menyoroti desain proyek yang disebut mengalihkan aliran sungai sepanjang 14 kilometer melalui terowongan serta operasi puncak harian yang dinilai berpotensi memicu banjir di hilir dan mengancam habitat Orangutan Tapanuli.

Uli mengatakan WALHI telah mengirim surat resmi kepada China Exim Bank agar menggunakan kewenangan uji tuntas, pengawasan pascapinjaman hingga mekanisme keluar dari pendanaan proyek.

"Jika pinjaman terus diberikan oleh China ExIm Bank maka risiko finansial yang terjadi akan sangat besar. Investasi ini tidak sesuai dengan kebijakan keuangan hijau Tiongkok," ujar Uli.

WALHI meminta China Exim Bank menangguhkan pencairan dana selama audit dan litigasi belum selesai, membatalkan dukungan apabila dampak tidak dapat dimitigasi, serta menarik kembali dana yang telah cair.

"Permohonan utama kita adalah menangguhkan, membatalkan atau meminta pembayaran kembali pendanaan ini. Dan ini adalah seruan dari masyarakat sipil yang melihat fakta langsung akan cacatnya pelaksanaan proyek ini," kata Rianda.(**)

Baca Juga:

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Walhi Laporkan 372 Perusahaan Terindikasi Karhutla ke Presiden
WALHI Sumut dan Katalogi Surati Konsulat Kehormatan Jerman, Soroti Peran Bank Asal Jerman dalam Obligasi Hijau PT SMGP
Jangan Terbitkan Izin Baru
WALHI Sumut Ingatkan Bahaya Kebijakan Simbolik di Balik Pencabutan Izin Perhutanan
Kayu Gelondongan Pascabanjir Jadi Bukti Degradasi Fungsi Hutan di Sumatera
Catatan Akhir Tahun 2025 Walhi Sumut : Bencana Menerpa Tapanuli Raya Akibat Deforestasi Skala Besar
komentar
beritaTerbaru