Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Dahlia Nopelina Siallagan Jadi Narasumber di Seminar Remaja Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Dolok Merawan

Bongsu Batara Sitompul - Rabu, 21 Oktober 2026 15:18 WIB
308 view
Dahlia Nopelina Siallagan Jadi Narasumber di Seminar Remaja Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Dolok Merawan
Foto SNN : Dok Dahlia Nopelina Siallagan
SEMINAR : Dahlia Nopelina Siallagan yang merupakan akademisi menjadi Narasumber di SMA Negeri 1 Dolok Merawan pada kegiatan seminar Remaja Anti Narkoba dan menekankan pengendalian diri dan keberanian menolak di era digital.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Dahlia Nopelina Siallagan SE MM yang merupakan akademisi menjadi Narasumber di SMA Negeri 1 Dolok Merawan pada kegiatan seminar remaja anti Narkoba dan menekankan pengendalian diri dan keberanian menolak di Era Digital.

Dalam relisnya, Rabu (21/10/2026), seminar tersebut mengusung tema " Seni mengelola diri di era distraksi digital" . Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) dan dihadiri Kepala Sekolah Drs. Adil Shadil, MSi, Wakil Kepala Sekolah Tumpal Bornok Pandapotan Hutabarat, SE MM, sejumlah guru, wali kelas, guru bimbingan konseling, serta tenaga kependidikan.

Narasumber Dahlia Nopelina Siallagan memaparkan tentang kendalikan diri, bijak digital dan berani menolak.

Kepala Sekolah Drs. Adil Shadil, MSi menilai seminar tersebut penting sebagai bekal karakter dan perlindungan diri pelajar. Menurutnya, remaja menghadapi dua tekanan sekaligus: godaan zat berbahaya dan derasnya distraksi digital.

Baca Juga:
"Anak-anak perlu tahu risikonya, tetapi yang lebih penting punya keberanian berkata tidak dan strategi mengelola diri. Sekolah hadir agar mereka tidak berjalan sendirian," ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Tumpal Bornok Pandapotan Hutabarat menjelaskan, kegiatan tersebut bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan mendukung. Ia berharap materi ditindaklanjuti para guru, wali kelas, dan guru BK dalam pendampingan sehari-hari.

"Siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga terampil menolak ajakan berisiko dan mengelola waktu digital," jelasnya.

Narasumber Dahlia Nopelina Siallagan membuka materi dengan pertanyaan reflektif. " Siapa yang mengendalikan hidup kita? Menurut saya, kecanggihan bukan ukuran utama, melainkan siapa yang memegang kendali. Kemudian kebiasaan scrolling yang direncanakan sebentar, tetapi berubah menjadi berjam-jam. Tiga bekal utama yang perlu diingat yaitu, paham, terampil dan berani, " jelasnya.

Menurutnya, paham berarti mengenali risiko narkoba dan pengaruh distraksi digital. Kemudian terampil berarti mengelola emosi, tekanan teman, dan kebiasaan digital dan berani berarti mengambil keputusan sehat serta mencari bantuan.

" Target akhirnya bukan sekadar tahu bahaya, tetapi punya strategi nyata untuk bertindak, " ujarnya.

Ia menjelaskan Narkoba mencakup narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Zat tertentu dapat mengubah kerja otak, suasana hati, persepsi, dan perilaku. Risiko dipengaruhi jenis zat, dosis, cara penggunaan, dan kondisi seseorang.

Menurutnya, remaja rentan terjerumus bukan karena satu penyebab, melainkan gabungan situasi, emosi, dan lingkungan, rasa ingin tahu, tekanan teman, stres, serta lingkungan berisiko. Namun, faktor risiko bukan takdir. Dukungan, keterampilan hidup, dan lingkungan aman dapat melindungi remaja. Penyalahgunaan narkoba berdampak pada gangguan fisik, mental, sekolah, dan sosial.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak teknologi tanpa kendali seperti waktu belajar dan tidur terpakai, harga diri terpengaruh validasi sosial, serta konten berisiko membuat perilaku berbahaya terlihat biasa. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain tidur terganggu, sulit fokus, tugas tertunda, dan hubungan nyata terabaikan.

Untuk mengambil kembali kendali, peserta diajak mematikan notifikasi tidak penting, membuat waktu fokus 25 menit tanpa gawai, menjaga waktu tidur, dan memilih konten positif.

"Tujuan bukan anti-teknologi, tetapi agar teknologi berada di tangan kita, bukan sebaliknya," jelasnya.

Ia juga memaparkan lima keterampilan mengelola diri yaitu, sadar diri, kendali diri, tegas, bijak digital, dan tangguh. Untuk menolak ajakan berisiko, diperkenalkan metode Berani yaitu, berpikir sebelum bertindak, evaluasi situasi dan risikonya, respons dengan tegas, alihkan diri dari situasi tidak aman, nyatakan batasan, dan ingat: cari dukungan. Menolak narkoba bukan menolak teman. Kamu sedang melindungi diri.

Peserta juga dilatih kalimat penolakan, seperti " Tidak, aku nggak mau. Itu bukan pilihanku", "Aku punya tujuan yang nggak mau aku rusak", atau "Aku pulang dulu. Aku nggak nyaman di sini". Jika situasi mengancam, keselamatan diutamakan dengan menghubungi orang dewasa tepercaya.

Seminar juga menekankan pentingnya pertemanan sehat, ruang aman, dan keberanian meminta bantuan kepada orang tua, guru BK, wali kelas, atau tenaga kesehatan.

Kegiatan ditutup dengan tantangan 7 hari yaitu, satu perubahan nyata, serta pesan reflektif. "Saya berharga. Masa depan saya berharga. Saya berani berkata tidak pada narkoba."

Sekolah berharap edukasi ini menjadi budaya sehari-hari di lingkungan SMA Negeri 1 Dolok Merawan. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Annual Meeting dan Pekan Ilmiah AFKSI 2018 Hadirkan Narasumber Nasional
Ketua PW NU Sumut Afifuddin Lubis MSi: Jokowi Sangat Cerdas Pilih Wakil dari Ulama
BPJS Kesehatan Gelar Lomba Cerdas Cermat, Pemenangnya Jadi Promotor Narasumber
Mantan Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi Mohon Doa Restu Masyarakat Sumut
Wali Kota Medan Pimpin Normalisasi Drainase di Sunggal
Sosialisasi Ujian Nasional, Kemendikbud Latih Calon Narasumber Tingkat Provinsi
komentar
beritaTerbaru