Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Tim Akademisi UNITA Turut Susun Strategi Penguatan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal Humbahas

Frans Koberty Simanjuntak - Selasa, 27 Oktober 2026 15:14 WIB
249 view
Tim Akademisi UNITA Turut Susun Strategi Penguatan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal Humbahas
Foto Dok/Dinas Kominfo
HADIR : Rektor I UNITA Talenta Marbun, SE, MSi, Dekan Fakultas Hukum UNITA Herlina Panggabean, SH, MH tampak hadir dalam rapat konsultasi publik penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal di Ruang Inspirasi Kantor Bu

Humbahas(harianSIB.com)

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama Tim Akademisi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat konsultasi publik penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL), di Ruang Inspirasi Kantor Bupati Humbahas, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung pembangunan daerah.

Rapat konsultasi publik itu melibatkan tokoh masyarakat Erikson Simbolon, Wakil Rektor I UNITA Talenta Marbun, SE, MSi, Dekan Fakultas Hukum UNITA Herlina Panggabean, SH, MH, perwakilan STIKes Kesehatan Baru Doloksanggul, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selain itu, Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, serta Dinas Kesehatan Sumut turut mengikuti kegiatan tersebut melalui pertemuan daring.

Baca Juga:
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Humbahas, Martogi Purba, yang mewakili Bupati Humbahas, mengatakan konsultasi publik tersebut memiliki arti penting dalam menghasilkan dokumen RAD-PGBPSDL yang terarah, terukur, dan dapat diimplementasikan.

Menurutnya, dokumen tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perencanaan administratif, tetapi menjadi pedoman bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Humbahas.

Penyusunan rencana aksi itu juga selaras dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menitikberatkan pada swasembada pangan, penurunan angka stunting, diversifikasi pangan berbasis potensi lokal, serta dukungan terhadap program makan bergizi.

Martogi menjelaskan, berdasarkan data yang dipaparkan, Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas pada 2024 mencapai 81,16, sedangkan pada 2025 berada di angka 79,03. Sementara itu, Skor Pola Pangan Harapan tercatat sebesar 83,90.

Capaian tersebut menunjukkan kondisi ketahanan pangan Humbahas tergolong cukup baik. Namun, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar semakin beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Ia menyebutkan, Humbahas memiliki potensi sumber daya lokal yang besar, terutama pada sektor hortikultura dengan komoditas unggulan cabai, bawang merah, bawang putih, dan kentang. Pada sektor tanaman pangan, terdapat komoditas padi dan jagung, sedangkan sektor perkebunan memiliki kopi, kemenyan, dan andaliman sebagai produk khas daerah.

"Potensi ini harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Martogi.

Menurutnya, pembangunan pangan ke depan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat hilirisasi produk lokal, serta mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat.

Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih perlu diatasi, di antaranya pola konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya beragam, ketergantungan terhadap jenis pangan tertentu, ancaman perubahan iklim terhadap produksi pangan, serta perlunya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Karena itu, arah kebijakan ke depan perlu difokuskan pada penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan pangan lokal bergizi, serta penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Pengembangan pangan lokal juga diharapkan dapat mendukung program makan bergizi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Humbahas.

Martogi menegaskan, keberhasilan program pangan dan gizi membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah. Pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif agar setiap program berjalan terpadu dan saling mendukung.

"Kita perlu menghadirkan inovasi dan langkah nyata agar potensi lokal yang kita miliki benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Produk-produk unggulan daerah harus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat," katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dan kerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan yang mandiri pangan, sehat, dan sejahtera melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara optimal. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Toba Bertemu Fungsionaris UNITA, Perkuat Riset Pertanian dan Pembangunan Daerah
Tim Akademisi Fakultas Hukum UNITA Turut Susun Naskah Akademik dan Ranperda Penanggulangan Bencana Humbahas
Peserta Rakernas V MPK Indonesia Jelajahi Destinasi Wisata Danau Toba di Humbahas, Samosir dan Toba
Peserta Rakernas V MPK Tanam Pohon Aren di KPPT UNITA, Handi Irawan: Kita Menanam, Tuhan yang Memberi Pertumbuhan
Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba Edison Manurung Audensi dengan Ketua Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja Tapanuli
Usai dari Kampus UNITA, Menkop Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII
komentar
beritaTerbaru