Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Tekan Angka Kasus Tuberkulosis, UPTD Puskesmas Juhar Luncurkan Inovasi "TASCE TB"

Theopilus Sinulaki - Selasa, 27 Oktober 2026 15:25 WIB
180 view
Tekan Angka Kasus Tuberkulosis, UPTD Puskesmas Juhar Luncurkan Inovasi "TASCE TB"
Foto Dok/ Puskesmas Juhar
SOSIALISASI: Puskesmas Juhar gelar sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya penularan TB di Jambur Desa Juhar, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Senin (26/10/2026).

Karo(harianSIB.com)

UPTD Puskesmas Juhar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik terbaru bertajuk TASCE TB (Temukan, Analisa, Sembuhkan, Cegah TB).

Inovasi itu bertujuan menekan angka penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB) yang saat ini masih menjadi tantangan kesehatan global maupun nasional.

Demikan disampaikan Kapuskesmas Juhar drg.Perpulungenta Purba MKM kepada wartawan, Selasa, (27/10/2026) di Juhar Kecamatan Juhar Kabupaten Karo.

Perpulungan Purba menyebut, langkah strategis ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya angka penemuan kasus (case finding) serta angka kesembuhan TB di wilayah kerja Puskesmas Juhar pada tahun 2024 lalu, ungkapnya.

Baca Juga:
Diurainya, tercatat pencapaian penemuan TB paru baru mencapai 10 persen, dengan angka kesembuhan (cure rate) sebesar 41,2 persen.

"Kondisi ini diperparah oleh faktor kepadatan penduduk, minimnya sirkulasi udara dan cahaya matahari di pemukiman, serta masih berkembangnya stigma keliru di tengah masyarakat terkait pemeriksaan dahak, ujarnya.

Purba menjelaskan bahwa kasus TB di tengah masyarakat ibarat fenomena gunung es, terlihat kecil di permukaan, namun menyimpan potensi penyebaran yang besar di bawahnya.

Satu orang penderita TB BTA positif berpotensi menularkan kepada 10 hingga 15 orang setiap tahunnya, jelasnya.

Lanjutanya, Inovasi TASCE TB dirancang secara terstruktur melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Program ini mengoptimalkan peran serta masyarakat melalui pembentukan kader TB termasuk juru pemantau batuk dan kader posyandu serta menggandeng lintas sektor mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, hingga tokoh agama, katanya.

Melalui program ini, petugas bersama kader melakukan pelacakan suspek dari rumah ke rumah (investigasi kontak) dengan mendata setidaknya 15 orang kontak erat atau warga di sekitar rumah pasien positif TB. Warga yang mengalami gejala batuk lama atau penurunan berat badan akan diarahkan dan difasilitasi untuk melakukan pemeriksaan dahak ke puskesmas.

Ditambahkannya, inovasi TASCE TB mengimplementasikan lima tahapan utama, yaitu pengumpulan data suspek TB melalui penggerakan masyarakat desa dan kader. Pencarian penderita dan rujukan melalui dokter wilayah serta organisasi profesi.

Kunjungan rumah penduduk untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses. Pengingat minum obat secara rutin melalui fitur video call di Grup WhatsApp khusus pasien TB Puskesmas Juhar guna menekan angka drop out pengobatan dan sosialisasi bahaya penularan TB melalui berbagai media publik, seperti tempat pertemuan umum, kantor kepala desa, rumah ibadah, hingga platform media sosial resmi Puskesmas Juhar.

Dengan adanya inovasi TASCE TB, UPTD Puskesmas Juhar optimistis penemuan suspek dan penanganan kasus positif TB dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat, menghapus stigma negatif tentang TB, serta memutus mata rantai penularan demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Karo, pungkasnya.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru