Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Poltekkes Kemenkes Taput Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Pahae Julu tentang Bahaya PMS

Bongsu Batara Sitompul - Rabu, 28 Oktober 2026 12:37 WIB
288 view
Poltekkes Kemenkes Taput Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Pahae Julu tentang Bahaya PMS
Foto Dok Dosen Poltekkes Kemenkes RI Prodi DIII Kebidanan Taput
PENGABDIAN MASYARAKAT : Tim Dosen Poltekkes Kemenkes RI Prodi DIII Kebidanan Taput melaksanakan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Pahae Julu sosialisasikan bahaya penyakit menular seksual pada remaja dan disambut baik oleh pihak sekolah SMA Negeri 1 P

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Program Studi DIII Kebidanan Tapanuli Utara mengedukasi 81 siswa SMA Negeri 1 Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), tentang bahaya penyakit menular seksual (PMS).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah perilaku seksual berisiko.

Edukasi tersebut dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat pada 15 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri dari Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Marni Siregar, SST, MKes, bersama anggota Elly Sianturi, SST, MKM, dan Amoster Simarmata.

Baca Juga:
Dalam pemaparannya, Marni menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat, baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Pada fase ini, remaja membutuhkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan dan masa depannya.

Menurutnya, keterbatasan informasi serta anggapan bahwa kesehatan reproduksi merupakan hal tabu untuk dibicarakan dapat membuat remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko.

Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, putus sekolah, hingga infeksi menular seksual.

Marni mengatakan, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja juga sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi.

Upaya tersebut mengutamakan pendekatan promotif dan preventif, antara lain melalui penyuluhan mengenai bahaya seks bebas, pencegahan infeksi menular seksual (IMS), edukasi gizi, serta imunisasi, termasuk vaksin HPV dan tetanus-difteri.

"Sebagai akademisi dan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Poltekkes Kemenkes RI Prodi DIII Kebidanan Tapanuli Utara hadir memberikan edukasi mengenai penyakit menular seksual kepada remaja di SMA Negeri 1 Pahae Julu," jelas Marni.

Ia menambahkan, PMS dapat menimbulkan berbagai dampak serius, seperti gangguan sistem reproduksi hingga infertilitas, komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang berisiko terhadap bayi, penurunan kualitas hidup, serta masalah psikologis dan stigma sosial.

Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, oral maupun anal. Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan jarum suntik yang tidak aman serta dari ibu kepada bayi untuk infeksi tertentu.

Sementara itu, anggota tim pengabdian masyarakat, Elly Sianturi, menjelaskan bahwa penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan organisme penyebab infeksi lainnya.

Beberapa infeksi yang disebabkan bakteri antara lain gonore, sifilis, dan klamidia. Sementara itu, infeksi yang disebabkan virus meliputi HIV, HPV, herpes, serta hepatitis B dan C. Adapun infeksi lain yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, di antaranya trikomoniasis.

Elly menerangkan, gejala yang perlu diwaspadai meliputi luka atau benjolan di area kelamin, nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan yang tidak normal, nyeri panggul, dan ruam kulit.

Namun, ia mengingatkan bahwa sebagian infeksi menular seksual tidak menunjukkan gejala. Karena itu, pemahaman mengenai pencegahan dan pemeriksaan kesehatan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko penularan.

Untuk mencegah PMS, Elly memaparkan strategi ABCDE, yakni Abstinence atau menghindari hubungan seksual, Be Faithful atau setia kepada pasangan, Condom atau penggunaan kondom untuk mengurangi risiko penularan, Drug No atau menghindari narkoba dan alkohol yang dapat meningkatkan perilaku berisiko, serta Education and Equipment yang menekankan edukasi kesehatan dan vaksinasi, termasuk vaksin HPV dan hepatitis B.

"Lebih baik mencegah sejak dini. Masa depan kalian sangat berharga. Jagalah kesehatan reproduksi. Remaja sehat, masa depan kuat," ujarnya.

Kegiatan edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Negeri 1 Pahae Julu, Erbin Sitorus, S.Pd., M.Pd., yang memfasilitasi keikutsertaan guru dan siswa dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 81 siswa, sebelum edukasi dilaksanakan, sebanyak 41 siswa atau sekitar 50,6 persen memiliki pengetahuan yang baik mengenai PMS. Sementara itu, 38 siswa atau sekitar 46,9 persen menunjukkan sikap yang baik terhadap pencegahan PMS.

Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan. Sebanyak 68 siswa atau sekitar 84 persen memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 66 siswa atau 81,5 persen menunjukkan sikap yang baik. Siswa lainnya berada dalam kategori pengetahuan dan sikap cukup.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami. Pada sesi akhir, tim pengabdi meminta peserta menyampaikan pengalaman, kesan, dan pesan setelah mengikuti edukasi.

Sebagai bentuk penguatan terhadap pengetahuan dan sikap yang telah diperoleh, kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para siswa untuk menjaga diri dan menghindari hubungan seksual sebelum menikah.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes RI Prodi DIII Kebidanan Tapanuli Utara berharap para remaja semakin memahami pentingnya kesehatan reproduksi, mampu mengenali risiko penyakit menular seksual, serta menerapkan perilaku yang bertanggung jawab demi menjaga kesehatan dan masa depan mereka. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pertamina EP Pangkalansusu Edukasi Siswa Cintai Lingkungan
HDC Tour 2016 Edukasi Siswa SMK di Stabat
Pertamina EP Pangkalansusu Edukasi Siswa SMA Jadi Kader Lingkungan
Pertamina EP Pangkalansusu Edukasi Siswa Lestarikan Hutan Mangrove
komentar
beritaTerbaru