Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Usai Dilantik, Eduard Sipahutar Janji Kibarkan Pataka PGRI di Taput

Anwar Lubis - Jumat, 30 Oktober 2026 13:34 WIB
163 view
Usai Dilantik, Eduard Sipahutar Janji Kibarkan Pataka PGRI di Taput
Foto Dok/Panitia
Pengurus PGRI Taput Periode 2026 - 2030, unsur Forkopimda dan para undangan berpose usai pelantikan di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (27/10/2026).

Taput(harianSIB.com)

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Eduard Sipahutar, berjanji mengibarkan Pataka PGRI setelah resmi dilantik. Ia juga mengajak para guru berkolaborasi dengan pemerintah untuk memajukan pendidikan di Taput.

Janji itu disampaikan Eduard dalam pelantikan Pengurus PGRI Taput Periode 2026 - 2030 di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (27/10/2026).

Naskah sambutan tersebut juga diterima wartawan melalui WhatsApp pada Kamis (29/10/2026). Sebanyak 353 pengurus dilantik, terdiri dari 23 pengurus kabupaten dan masing - masing 22 pengurus dari 15 kecamatan.

Dalam sambutannya, Eduard menceritakan napak tilas ke Salib Kasih di Bukit Siatas Barita setelah terpilih sebagai ketua pada 26 September 2026. Ia mengenang tekad misionaris Ludwig Ingwer Nommensen yang berjanji memberitakan keselamatan di Rura Silindung, hidup atau mati.

Baca Juga:
"Seperti itu juga janji saya pada hari ini. Setelah saya sah dilantik, saya akan mengibarkan bendera Pataka PGRI," ujar Eduard.

Bupati Taput Jonius Taripar Patsaoran Hutabarat berharap PGRI menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurut dia, guru berperan penting membentuk karakter dan menyiapkan generasi penerus.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
LKP Ayu Salon P Siantar Buka Program Pelatihan Pendidikan Kecakapan Wira Usaha
Dewan Pendidikan Minta Disdik Pematangsiantar Data SD yang Siswanya Sedikit
Guru di Simalungun Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan
Sekolah Minggu Hanya Ibadah Anak-anak, Tidak Layak Masuk RUU Pendidikan Keagamaan
Pengurus KAKR GBKP Minta Pemerintah Ubah RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
komentar
beritaTerbaru