Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Disdik Taput Sebut 92 Sekolah Teken PKS Revitalisasi, Daftar Nama dan Anggaran Belum Dibuka

Anwar Lubis - Jumat, 30 Oktober 2026 18:01 WIB
150 view
Disdik Taput Sebut 92 Sekolah Teken PKS Revitalisasi, Daftar Nama dan Anggaran Belum Dibuka
Foto: Dok/Kominfo
Kabid Sarpras Disdik Taput Eddy Golfrid Hutagalung (baris kedua dari kiri) hadir saat Menteri Abdul Mu’ti meninjau hasil revitalisasi sekolah di Taput, Kamis (15/10/2026).

Taput(harianSIB.com)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara (Disdik Taput), belum membuka data rinci program revitalisasi satuan pendidikan 2026 hingga Jumat (30/10/2026). Jumlah sekolah penerima kini disebut 92, bertambah dari 81 yang diumumkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Disdik Taput, Eddy Golfrid Hutagalung, mengatakan, jumlah penerima belum final karena sebagian masih dalam proses. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (26/10/2026).

"Data keseluruhan penerima manfaat revitalisasi belum fix jumlah sekolahnya. Saat Pak Menteri datang, yang sudah Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu yang kami laporkan," ujarnya.

Hingga kini, menurut Eddy, sekolah yang sudah menandatangani PKS berjumlah 92. Rinciannya, PAUD/TK 31 sekolah, SD 53 sekolah dan SMP 8 sekolah.

Baca Juga:
"Kemungkinan akan bertambah, tetapi yang sudah PKS 92," katanya.

Jumlah itu berbeda dengan siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 884/sipers/A6/X/2026, yang menyebut 81 sekolah di Taput menerima revitalisasi, yakni 31 PAUD, 42 SD dan 8 SMP. Menteri Abdul Mu'ti meninjau hasil revitalisasi saat berkunjung ke Taput, Kamis (15/10/2026).

Namun, daftar nama sekolah penerima, sumber dan besaran anggaran, serta progres pembangunan di tiap sekolah belum diperoleh. Saat ditanya kembali melalui WhatsApp, Jumat (30/10/2026), Eddy hanya membalas dengan emoji tangan terkatup.

Permintaan data tersebut sebenarnya telah diajukan sejak September 2026. Pada Jumat (11/9/2026), Sekretaris Disdik Taput Joinher W Ambarita menyebut bagian Sarpras memiliki data paling lengkap. Sehari kemudian, Sabtu (12/9/2026), Eddy hanya menyatakan akan memberi kabar lebih lanjut.

Pemerhati pendidikan Kristian Pandiangan menilai, sikap tersebut tidak bisa dibiarkan. Menurut dia, anggaran pembangunan sekolah adalah uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.

"Pemerintah pusat sudah terang menyebut jumlah sekolah penerima. Tetapi di daerah, daftar sekolah, besaran anggaran dan progres pembangunannya justru tertutup rapat. Ada apa sebenarnya? Apa yang hendak disembunyikan?" kata Kristian.

Ia menegaskan, wartawan bekerja mewakili masyarakat. Setelah ditagih berminggu-minggu, kata dia, jawaban yang keluar justru hanya sebatas emoji.

"Ini bukan lagi soal sopan santun, melainkan hak publik atas informasi yang dijamin undang-undang. Pejabat yang enggan terbuka soal uang rakyat tidak pantas dipertahankan di posisi strategis. Kalau memang bersih, buka saja datanya," tegasnya.

Kristian meminta Bupati Taput dan Kepala Dinas Pendidikan segera mengevaluasi Kabid Sarpras.

"Bupati dan Kepala Dinas tidak boleh tinggal diam," ujarnya.

Ia juga meminta aparat pengawas dan penegak hukum turun tangan bila ditemukan kejanggalan. "Silakan periksa secara berjenjang, mulai dari Polda, Polres, Inspektorat, BPK, hingga BPKP, lalu turun ke lapangan dan periksa bangunannya satu per satu," katanya.

Hingga berita ini ditulis, harianSIB.com masih berupaya memperoleh data rinci dari Dinas Pendidikan Taput (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Taput Bersama Dandim 0210 dan Sejumlah OPD Sidak ke Pasar Tarutung
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
Petani di Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon Kesulitan Dapatkan Pupuk Subsidi
Warga Tarutung Keluhkan Jalan Rusak Menuju Perkantoran
komentar
beritaTerbaru