Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Bupati Tapteng Petakan Wilayah Rawan Banjir ke Satgas PRR

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 30 Oktober 2026 20:59 WIB
176 view
Bupati Tapteng Petakan Wilayah Rawan Banjir ke Satgas PRR
Bupati Masinton Pasaribu (kanan) berbincang dengan Satgas PRR Brigadir Jenderal TNI Andre Julian (tengah), di Tapteng, Kamis (29/10/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu memaparkan lokasi‑lokasi langganan banjir di wilayah Tapanuli Tengah kepada Satgas PRR dalam rangka penyusunan rencana mitigasi bencana.

Hal ini disampaikannya ke Kepala Perencanaan dan Pengendalian Analisa dan Evaluasi Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Brigadir Jenderal TNI Andre Julian, di Tapteng, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata identifikasi kebutuhan di lapangan, mulai dari pengendalian material sedimen, normalisasi sungai, pembangunan sabo dam, penguatan tebing sungai, hingga penataan kawasan permukiman yang rentan terhadap ancaman banjir dan longsor.

"Selain Tukka, Bonalumban, Badiri, dan Sibuluan, juga membutuhkan penanganan yang serius, terencana, dan berkelanjutan, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang masih berpotensi memicu banjir susulan," ucapnya.

Baca Juga:
Didampingi Wabup Mahmud Efendi, Masinton bersama Satgas PRR juga meninjau sejumlah lokasi pembangunan bronjong di Sipange, SD Negeri 152983 di Hutabolon, lokasi pembangunan Sabo Dam di Hutanabolon, serta peninjauan aliran Sungai Aek Saili di Bonalumban.

"Merumuskan langkah-langkah strategis percepatan penanganan serta pembangunan infrastruktur permanen guna memitigasi risiko bencana susulan di Tapteng," kata Bupati.

Dia mengatakan penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah membutuhkan dukungan dan kerja sama dari pemerintah pusat.

"Kami masih berada dalam masa transisi darurat, dan Kecamatan Tukka serta Kecamatan Badiri masih menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian khusus," tutur Bupati Masinton.

Menurutnya, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan menjalani kehidupan secara normal.

Sementara itu, Brigjen TNI Andre Julian menegaskan bahwa orientasi utama penanganan pascabencana adalah pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat secara menyeluruh.

Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah prioritas dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat tingginya kerawanan bencana susulan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Pekerjaan Umum diharapkan memegang peran kunci dalam infrastruktur sumber daya air (sabo dam dan normalisasi sungai), sementara Kementerian Kehutanan dilibatkan untuk penanganan kawasan hulu secara terpadu.

"Tapanuli Tengah menjadi atensi bagi kita dalam penanganan pascabencana ini," tegas Brigjen TNI Andre Julian.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
477 Kawasan di Sumut Rawan Narkoba, Mangapul Minta Perda Dievaluasi
Satgas PRR Tinjau Pemulihan Pascabencana Longsor di Pakpak Bharat
Siloam Dhirga Surya Medan Perkuat Layanan Unggulan Terintegrasi di Bidang Saraf, Tulang dan Sendi Berstandar Internasional
Digerebek Lagi Sama Polrestabes Medan, 6 Barak Narkoba di Serbajadi Dibumihanguskan
Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan Gerebek THM Raeye, Dua Vape Narkoba Disita
59 Rumah Ibadah Terdampak Banjir di Tapteng Terima Bantuan Rp944 Juta
komentar
beritaTerbaru