Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Gubsu Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih

*Pemilih Cerdas, Pemimpin Berkualitas
- Senin, 10 Maret 2014 10:20 WIB
388 view
 Gubsu Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih
SIB/Ist
LIVE INTERACTIVE : Sosialisasi bertajuk Live Interactive Talk Show Pemilu Cerdas bersama Gubsu dan Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara itu berlangsung di SMK Bayu Pertiwi di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sabtu (8/3).
Deliserdang (SIB)- Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Gubsu  H Gatot Pujo Nugroho mensosialisasikan pemilu kepada para pemilih pemula. Gubsu bersama Ketua KPU Sumut Mulia Banurea melakukan dialog interaktif bersama para pelajar sekolah menengah atas yang disiarkan secara langsung di 40 stasiun radio se-Sumut.

Sosialisasi bertajuk Live Interactive Talk Show Pemilu Cerdas bersama Gubsu dan Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara itu berlangsung di SMK Bayu Pertiwi di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sabtu (8/3). Gubsu juga berkesempatan berdialog langsung dengan para pendengar radio dari seluruh penjuru Sumut sekaligus mengajak warga untuk ramai-ramai menggunakan hak suara mereka ke TPS pada 9 April mendatang.

Gubsu dalam kesempatan itu mengingatkan masyarakat, bahwa pemilu diselenggarakan dengan dana besar yang bersumber dari pajak yang dibayarkan masyarakat. "Maka kalau masyarakat tidak menggunakan hak pilih tentu mubazir. Dana yang sudah banyak dialokasikan, tidak optimal penggunaanya," ujar Gubsu yang didampingi Kadis Kominfo Sumut Jumsadi Damanik.

Masa depan bangsa dikatakan Gubsu sangat ditentukan oleh Pemilu. Karena semakin berkualitas proses pemilu, maka semakin terseleksi calon yang akan dipilih masyarakat. Untuk itu, Gubsu mengajak masyarakat untuk cerdas memilih dengan mengenali para caleg melalui track record-nya.

Pemprovsu  bersama KPU berupaya mewujudkan target nasional partisipasi pemilih 75 persen. Kegiatan dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan target dimaksud.

Ketua KPU Sumut menjelaskan bahwa memang terjadi tren penurunan partisipasi pemilih di tanah air. "Pemilu pada tahun 1999 tingkat partisipasi pemilih mencapai 92,7 persen, Pemilu tahun 2004 tingkat partisipasi menurun menjadi 84,07 persen dan kembali menurun pada  2009 menjadi 71 persen," jelas Mulia.  Dalam kurun waktu 10 tahun telah terjadi penurunan partisipasi 21 persen. Sedangkan untuk Pemilukada tingkat partisipasinya lebih rendah lagi.

Salah satu faktor penyebabnya menurut Mulia adalah terlalu sering dilaksanakan Pemilu di negeri ini, sehingga  merepotkan masyarakat. "Ini sudah menjadi pemikiran, maka diputuskan oleh MK  pada tahun 2019 akan dilaksanakan serentak," ujarnya.

Sementara Gubsu menganggap tren menurunnya partisipasi memilih, harus dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh caleg. "Ada kecenderungan masyarakat tidak percaya, ini bisa jadi pemicu dan pemacu bagi para caleg untuk membenahi diri dan meningkatkan kompetensi," Gubsu menjawab pertanyaan salah seorang pelajar.

Usai dialog interaktif, Gubsu dan para pelajar SMK melakukan sosialisasi Pemilu dengan bersama-sama mencelupkan jari mereka ke wadah berisi tinta seperti yang lazim dilakukan usai melakukan pencoblosan di TPS-TPS saat pemungutan suara.(Rel/A16/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru