Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Jepang Bantu Rp 1 M Benahi Sarana Lingkungan dan Sosial di Sergai

- Selasa, 11 Maret 2014 15:16 WIB
472 view
 Jepang Bantu Rp 1 M Benahi Sarana Lingkungan dan Sosial di Sergai
Sergai (SIB)- Pemerintah Jepang menandatangani kerjasama hibah program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project dengan yayasan Bitra Ketrampilan Pedesaan Indonesia, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (10/3/2014), di Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang Yuji Hamada, di Jalan Cut Nyak Dien, Medan.

Kerjasama ini direalisasikan pemerintah Jepang yang disampaikan melalui Konjen Jepang di Medan, sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah Jepang terhadap masyarakat Indonesia di bidang lingkungan dan sosial.

Dalam sambutannya,  Konjen Jepang Yuji Hamada mengatakan, Jepang telah memutuskan memberikan dana sebesar US$ 91.238 atau setara ± Rp. 1 miliar kepada Yayasan Bitra Indonesia, khususnya Kabupaten Sergai, melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project. Dia juga berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dikatakan, program ini merupakan program peningkatan sarana lingkungan dan sosial untuk proyek pembangunan pusat pelatihan integrasi ternak sapi di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin. Dengan adanya pelatihan ternak sapi, pembangunan biogas serta rumah kompos, masyarakat dapat beternak sapi secara baik dan benar.

Sementara, Bupati Soekirman pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintahan Jepang karena ikut berpartisipasi dalam memfasilitasi pembangunan di daerah ini. Untuk itu, jelasnya, diharapkan kerjasama ini terus ditingkatkan ke sektor lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki taraf kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Dan kepada Bitra Indonesia, Soekirman mengimbau agar benar-benar menjalankan program hibah dari Jepang ini, agar dapat dipertanggungjawabkan serta dipergunakan sebaik-baiknya demi  kemakmuran masyarakat Sergai.

Dalam laporannya,  Ketua Bitra Indonesia Wahyudi mengatakan, saat ini laju kerusakan lingkungan tidak lebih lambat dari upaya merehabilitasinya. Kerusakan ekologis di lahan pertanian akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan belum menemukan jalan keluar yang setara untuk memulihkannya. (A-28/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru