Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

DPRD Pertanyakan Dana CSR dan CD dari PT TPL untuk Dairi

- Selasa, 11 Maret 2014 16:41 WIB
591 view
DPRD Pertanyakan Dana CSR dan CD dari PT TPL untuk Dairi
Sidikalang (SIB)- Dana Community Development (CD) dari PT Toba Pulp Lestari (TPL) untuk masyarakat Kabupaten Dairi, hingga kini masih dipertanyakan. Dana yang bersumber dari pendapatan perusahaan tersebut, diduga belum pernah diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi secara utuh.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Dairi, Resoalon Lumban Gaol SE, kepada SIB Jumat (7/3) di Gedung DPRD Dairi. Menurutnya, dana CD yang diterima Pemkab Dairi melalui Asisten Asisten II Bidang Pembangunan, hanya sebesar Rp. 300 juta pertahun.

Ditambahkan Resoalon, uang tersebut bersumber dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk seluruh kabupaten yang memiliki lahan hutan. Akan tetapi dana yang seharusnya menjadi hak Kabupaten Dairi tersebut belum pernah diterima sepenuhnya.

“Dalam waktu dekat, kami akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk meminta pertanggungjawaban terhadap TPL, sudah sejauh mana mereka menyalurkan dana sesuai dengan kesepakatan dan undang-undang yang berlaku,” tambahnya.

Selain dana CD, pansus DPRD Dairi juga disebutkan akan mempertanyakan soal dana CSR, karena diduga kuat masih belum jelas. “Apakah TPL sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada kabupaten-kabupaten yang bersumber dari dana CSR? Ini juga harus mereka pertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Humas TPL Lambertus Siregar yang dikonfirmasi SIB meminta supaya menunggu penjelasan resmi dari pihak TPL pada Senin (10/3), berhubung karena Minggu tidak masuk kantor. “Kami tutup hari Minggu, jadi mohon didelay dulu beritanya, menunggu penjelasan kami besok,” pinta Siregar melalui seluler.
Melaui email yang diterima Senin (10/3), Lambertus Siregar menyebutkan, bahwa besaran Dana CD yang diterima Kabupaten Dairi sebesar Rp. 159.741.540, (2003); Rp. 262.233.672, (2004); Rp. 336.896.627, (2005); Rp.324.255.242, (2006); Rp.631,243.449, (2007); Rp.431.109.081, (2008); Rp.320.712.303, (2009); Rp.264.608.640, (2010); dan Rp.270.835.575, (2011) dengan total Rp3.001.636.129,- (2003 s/d 2011).

“Dasar alokasi berpedoman pada rumusan yang disusun oleh Tim Independen pimpinan ekonom DR Polin LR Pospos. Sebagaimana halnya dana CD (hasil penyisihan 1% penjualan bersih-net sales produksi tiap tahun), keberadaan Tim Independen juga tercantum dalam akta-45/2003 sebagai dasar alokasi dana CD.” tulis Lambertus.

Ditambahkan Lambertus, bahwa permintaan pencairan dana melalui pengajuan proposal dari masing-masing kabupaten. “Bila kemudian proposal sudah diajukan dari masyartakat di kabupaten dan kemudian disetujui Tim Independen, maka Tim Independen menyurati TobaPulp agar men-transfer dana CD via bank ke masing-masing kabupaten. Selanjutnya Tim Independen bersama-sama TobaPulp dan juga Pemkab mengawasi pelaksanaan program CD di lapangan,” tambahnya.  

Masih menurut Lambertus, Tim Independen juga merumuskan syarat untuk memperoleh dana CD selanjutnya, yakni setelah LPJ (laporan pertanggung jawaban) pelaksanaan program tahun sebelumnya diajukan dan kemudian disetujui oleh Tim Independen. Bila belum diajukan atau belum disetujui, maka hal itu dapat menjadi kendala penerimaan dana CD selanjutnya.

“Khusus untuk Dairi, pemanfaatan dana CD a.l. meliputi pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi (perikanan, penanaman pohon uru, pemberian pupuk untuk pengembangan tanaman pohon uru, dll),” imbuhnya.

2010-2013 Belum Ada Diterima

Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab Dairi, Suasta Ginting SSos MAP kepada SIB, Senin (10/3) mengatakan bahwa kordinator CD TPL tahun 2003 s/d 2008 adalah Agus Bukka, (saat menjabat Ass Adm Pemb). Kami menanganinya mulai 2009 s/d 2010, jelasnya.

“Tahun buku 2009 sebesar Rp. 320.715.303,- untuk pemberian bibit ingul 69 ribu batang di 19 desa untuk 2 kecamatan yaitu Sumbul dan Parbuluan, serta bantuan penahan tembok penahan SMAN 1 Parbuluan sebesar Rp. 50 juta. Tahun 2010, diterima sebesar Rp. 264.608.640,- untuk pengadaan bibit ingul 46 ribu batang di Kecamatan Parbuluan, Sumbul, Sitinjo dan Tanah Pinem serta bantuan tembok penahan SMAN Parbuluan sebesar Rp. 50 juta dan bantuan komputer 5 unit untuk SMPN 4 Sumbul,” ujarnya.

Ditambahkan Ginting, bahwa mulai tahun 2011 s/d 2013 Pemkab belum menerima apa-apa dari TPL. “Dana TPL belum kita terima. Saya juga menyarankan supaya pihak TPL menghitung pola pembagian CD ke Dairi dan dana tersebut dimasukkan dalam APBD Dairi,” imbuhnya. (B4/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru