Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Proyek Lau Belulus Diduga Asal Jadi, Jalan Sidikalang-Kutabuluh-Tanah Karo Terancam Putus Kembali

*Kasatker Wilayah II: Proyeknya Sudah Siap
- Kamis, 13 Maret 2014 15:31 WIB
3.248 view
 Proyek Lau Belulus Diduga Asal Jadi, Jalan Sidikalang-Kutabuluh-Tanah Karo Terancam Putus Kembali
SIB/Alexander Hr Ginting
TERANCAM LONGSOR: Tembok penahan badan jalan berupa beronjong di sepanjang longsor di tepi sungai Lau Belulus dan dua lokasi penahan batu di bahu jalan, Sabtu (8/3) dikhawatirkan akan longsor kembali saat musim hujan terjadi.
Dairi (SIB)- Penanganan proyek bencana alam 2013 Lau Belulus Kecamatan Tigalingga, Dairi diduga dikerjakan asal jadi. Jalan nasional jurusan Sidikalang-Kutabuluh, kini kembali terancam longsor. Bencana alam sebelumnya sempat memutuskan transportasi Tanah Karo-Sidikalang dan sempat ditinjau anggota DPR RI dan pihak Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN-I) dan Maret 2013 dianggarkan perbaikannya dari APBN berkisar Rp1,2 miliar.

Pantauan SIB dan informasi dari sejumlah masyarakat sekitar lokasi, Sabtu (8/3) bahwa, pemasangan beronjong terlihat dipasang satu lapis sekitar 75 meter sepanjang tepi sungai Lau Belulus dan dua lokasi pemasangan batu langsung dengan bahu jalan. Dua lokasi pemasangan batu berkisar lebar 3 meter dan tinggi sekitar 4 meter tidak langsung sampai ke beronjong yang dipasang untuk penahan longsor di sepanjang tepi sungai membuat pasangan batu dan tebing jalan lainnya terancam longsor ke dasar sungai.

“Kami tidak tahu berapa anggaran penanganan longsor ini. Kami yakin, bila musim hujan, beronjong penahan longsor di tepi sungai akan hanyut dan dua lokasi pasangan batu yang dipasang langsung kena dengan bahu jalan akan lepas dan longsor ke dasar sungai. Sebab tidak ada penahan pasangan batu itu. Sedangkan saat ini saja, tebing jalan arah ke sungai sudah terkikis dan longsor ke sungai. Kalau musim kemarau seperti saat ini, memang belum longsor. Tapi kalau musim hujan nanti, dapat kami pastikan akan longsor dan semua yang dikerjakan ini akan sia-sia,” ujar masyarakat setempat marga Ginting, Tarigan dan Sinaga terus terang.

Sejumlah pihak Penanganan Jalan Nasional (PJN) di BBPJN yang dikonfirmasi SIB, Selasa (11/3) di Medan, mengaku kurang tahu pihak mana yang menanganinya. Ada menyebut  Wilayah I, ada juga menyebut Wilayah II dan ada juga menyebut itu ditangani SKPD Propinsi Dinas Bina Marga Sumut yang semua pihak ini di bawah naungan BBPJN.

Kasatker Wilayah I, Bambang Pardede yang dikonfirmasi SIB, Selasa (11/3) via telepon selulernya, mengaku bukan pihaknya yang menangani proyek bencana alam tersebut. “Itu ditangani pihak SKPD Propinsi, Pak,” ujar Bambang melalui SMS telepon selulernya.

Kasatker SKPD Propinsi, Azwar yang dikonfirmasi SIB melalui stafnya Perangin-angin, Selasa (11/3) membantah proyek bencana alam itu bukan pihaknya yang mengerjakan. Semua proyek mulai dari Laubelulus sampai ke Desa Kutabuluh, pihak Wilayah I yang mengerjakan, ujar Perangin-angin singkat.

Selanjutnya, Kasatker Wilayah II, Iwan yang dikonfirmasi SIB melalui stafnya, Runggu Ginting dan Samosir membenarkan, pihaknya yang mengerjakan proyek bencana alam tersebut dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

Ditanya SIB tentang penanganan proyek itu, apakah sudah siap atau belum, diakui Ginting sudah siap. (BR2/B4/h)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru