Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

30 Rumah Rampung Diperbaiki Kemenpera di Dairi

- Jumat, 14 Maret 2014 15:33 WIB
770 view
30 Rumah Rampung  Diperbaiki Kemenpera di Dairi
SIB/Edison Parulian Malau
Warga dusun Luman Simbolon, desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Dairi, Banjar Nahor/Br Manik, melanjutkan pembangunan rumahnya, setelah menerima dana bedah rumah tahap II sebesar Rp. 2.400.000,-, Selasa (11/3/2014).
Sidikalang (SIB)- Walau puluhan kepala keluarga sudah menerima dana program bedah rumah, masih ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Dairi yang merasa kecewa karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan menerima bantuan program tersebut.

Demikian disampaikan warga Dusun Lumban Simbolon, Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Dairi, Selasa (11/3/2014) kepada SIB. Daut Simbolon, Lodden Sigiro, Gununung Sihotang, Januari Ambarita, Samuel Banjar Nahor, Naman Malau, Walbers Simbolon, Saut Tamba, Polbin Sitanggang dan Pea Nando Sinambela serta puluhan warga lainnya yang masih menunggu program bedah rumah dari kemenpera.

“Kalau warga yang didata oleh Kepala Desa, sudah realisasi. Warga dusun ini, ada sekitar 15 KK yang memberikan uang, namun hingga saat ini belum ada menerima apa-apa,” ujar Naman Malau diamini warga lainnya.

Kepala Desa Dolok Tolong, Hebron Pintu Batu, kepada SIB, Selasa (11/3) di kantor PNPM Sumbul mengaku, dari 32 KK yang diajukan ke Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), 30 KK sudah direalisasi.

“Seluruhnya ada 32 KK, tetapi karena 1 KK telah meninggal dunia dan satu lagi menolak, akhirnya hanya 30 KK yang terealisasi. Kami hanya sebatas melakukan pendataan, kalau teknis kami tidak terlibat. Jadi, bagaimanapun realisasinya itu, kami tidak mengetahuinya,” ujar Pintu Batu.

Sementara warga yang sudah menerima penambahan dana sebesar Rp 2,4 juta tersebut sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang ikut berperan dalam pencairan dana tambahan itu. Mereka juga bersyukur, karena dengan uang tersebut rumah yang sebelumnya tidak dapat ditempati, kini sudah dilanjutkan pembangunannya.

“Terimakasih kepada Ibu Ketua DPRD, karena telah memperhatikan kami warga miskin ini. Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Tim Pendamping Masyarakat, karena memperjuangkan pencairan dana pembangunan rumah ini,” ujar Banjar Nahor dan diamini warga lain yang sudah menerima.

Warga lain yang sudah menerima tambahan tersebut menyebutkan, dana yang mereka terima sesungguhnya tidak seutuhnya. Selain jumlah uang tahap pertama dan kedua, mereka juga tidak ada menerima bon faktur bahan-bahan bangunan.

“Pertama, kami menerima Rp 3.750.000 dengan bahan bangunan tanpa ada bon faktur. Jumat (28/2), kami juga menerima Rp 2.400.000 juga dengan bahan bangunan. Berapa yang tertera dalam bon faktur dan berapa harga bahan-bahan itu, kami tidak pernah mengetahui,” tambah warga lainnya. (B4/x)


Simak juga berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 14 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru