Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Bupati Labuhanbatu dr Tigor: KB Upaya Menjamin Ketahanan Keluarga

- Sabtu, 15 Maret 2014 18:09 WIB
448 view
 Bupati Labuhanbatu dr Tigor: KB Upaya Menjamin Ketahanan Keluarga
Rantauprapat (SIB)- Keluarga Berencana salah satu program yang digalakkan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. KB dalam artian, setiap pasangan yang akan menikah sudah merencanakan masa depannya, seperti jumlah anak dan jenis kelaminnya, pendidikannya kelak, penjaminan mutu hidup, umur dan waktu hamil serta kesehatan dan gizinya, sehingga ketahanan keluarga dapat terjamin.

Demikian dijelaskan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dalam pidato tertulis yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & KB Kabupaten Labuhanbatu, Lidyawati Harahap SPsi pada Apel Gabungan PNS Kelompok I dan II di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu, Senin (10/2), di Lapangan Gedung Diklat BKD, Rantauprapat.

Dia menjelaskan, melalui 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi pendidikan, ekonomi dan lingkungan, ketahanan keluarga dapat diwujudkan.

“Sudah banyak kita lihat saat ini kasus kekerasan dalam rumah tangga, tingginya angka perceraian, hingga penyalahgunaan obat, Narkoba maupun seks bebas di kalangan remaja semakin meningkat adalah sebagai akibat tidak terlaksananya fungsi keluarga,” ujarnya.

Katanya, Kabupaten Labuhanbatu saat ini mulai berbenah diri mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). KLA adalah kabupaten yang memiliki sistem perencanaan pembangunan yang berbasis hak anak dengan melibatkan dunia usaha dan masyarakat. Sedangkan pengembangan KLA diarahkan pada pemenuhan hak anak, meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus.

“Untuk mewujudkan anak yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera, tentu bukan saja merupakan kewajiban pemerintah, namun menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa. Orang tua dan keluarga bertanggungjawab mengasuh, memelihara, melindungi serta menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat dan minatnya. Bila semua komponen telah memahami tugas dan tanggungjawab yang diemban, tentu tidak mustahil kita bisa mewujudkan kabupaten yang layak anak,” jelasnya.

Bupati mengharapkan suluruh SKPD agar bekerjasama dan menjalin kemitraan dengan Tim Penggerak PKK, dunia usaha, organisasi perempuan, organisasi profesi, organisasi pemuda dan organisasi kemasyarakatan untuk meningkatkan peran serta masyarakat mewujudkan tujuan pembangunan.

Apel gabungan yang dihadiri para kepala SKPD dan pejabat eselon III, IV dan staf itu diawali pembacaan teks Pancasila oleh inspektur upacara dan pembacaan Pembukaan UUD 45 serta teks Sapta Prasetya Korpri oleh dua orang PNS dari Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan & KB. (D9/q)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru