Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Petani di Karo Korban Sinabung Berharap Tidak Hanya Diberi Benih

- Selasa, 18 Maret 2014 11:20 WIB
392 view
Petani di Karo Korban Sinabung Berharap Tidak Hanya Diberi Benih
Tanah Karo (SIB)- Benih sayuran bantuan CSR dari produsen benih  nasional 2014, untuk korban bencana Sinabung melalui Direktorat Jenderal Holtikultura  mulai  disalurkan, Jumat (28/2) lalu. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Pemkab Karo sebagai perpanjangan tangan, membagikan benih kepada petani, di UPT Balai Benih Induk (BBI) Dinas Pertanian Propinsi Sumut Kuta Gadung,  Kecamatan Berastagi.

Benih yang dibagikan melalui Gapoktan selanjutnya diteruskan kepada para petani korban erupsi Sinabung, sesuai penuturan, Kabid Produksi Distanbun Kab Karo, Munarta Ginting,  kepada wartawan, terdiri dari paket benih cabai keriting, cabai rawit, tomat, sawi putih, bunga kol, kacang panjang, buncis, terong bulat, terong ungu , terong hijau panjang, timun hibrida, sawi manis dan jagung manis.

Namun sejauh ini, ungkap Munarta, pihak Dirjen, Dinas Pertanian Sumut, dan Distanbun Karo, masih hanya memberikan bantuan sebatas benih. Terkait tambahan permodalan, pupuk, pestisida dan hal penunjang lainnya belum dapat dipastikan. Karena benih yang diberi kepada petani itu sendiri, merupakan kebijakan yang dibuat  Direktorat Jenderal Holtikultura, melalui usulan kepada produsen benih.

“Kami dan perwakilan pihak Kementerian Pertanian RI, beberapa waktu lalu sudah mengusulkan anggaran senilai Rp 129 miliar, untuk alokasi pengadaan benih bagi petani korban letusan Sinabung. Tetapi usulan itu masih sangkut di Depkeu. Karena anggaran 2014, sudah ketuk palu. Jika ada kemungkinan dianggarkan, mungkin Depkeu akan merealisasikannya. Tetapi sejauh ini kami belum mendapat jawaban,” ungkap Munarta.

Disinggung tentang varietas benih yang dibagikan merupakan jenis baru. Apakah cocok dengan areal pertanian di Tanah Karo. Lebih jauh Munarta mengatakan, sesuai keterangan pihak Direktorat Jenderal Holtikultura kemungkinan besar tidak akan mengalami kendala. Sebab uji coba dilahan dataran tinggi di daerah lainnya di Indonesia, sudah dilakukan pihak produsen.

“Kemungkinan hasil komoditi dan panen tidak akan jauh berbeda dengan varietas yang sebelumnya ditanam para petani sebelum erupsi Sinabung. Kita hanya memfasilitasi penyaluran. Kami juga berharap tidak ada kendala di bidang cocok tanam hingga panen, bahkan sampai ke pasar,” ujarnya lagi.

Disisi lain,  sejumlah petani yang ditemui wartawan di lapangan, mengaku kecewa dengan bantuan yang akan mereka terima. Dengan kondisi seperti ini, sudah barang tentu petani Sinabung tetap menemui hambatan dalam penanaman benih yang sejatinya berasal dari Coorporate Social Responsibility (CSR) berbagai perusahaan perbenihan yang berada di bawah koordinasi Kementan RI itu.

Sebab dengan ketidaktersediaan bahan pendukung bertani, dirasakan akan sangat sulit mengembangkan varietas benih terbaru di Karo itu. “ Kami berharap bantuan itu disertai bantuan modal, pupuk ,dan obat semprot anti hama penyakit. Kalau hanya benih bagaimana kami mendapatkan pupuknya. Karena kami baru pulang modal juga tersendat,”  kata M. Sembiring warga Desa Naman, Kecamatan Naman Teran.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Eksportir Hultikulura Indonesia (AEHI) Sumut, Drs Joy Harlim Sinuhaji meminta pemerintah agar lebih bijak dalam menyalurkan bantuan terhadap para petani korban erupsi Sinabung. "Kita tahu banyak petani yang saat kembali ke desanya dari pengungsian, sudah tidak punya apa-apa lagi. Bantuan permodalan dan subsidi benih, bibit, pupuk, serta kebutuhan dasar lainnya bagi proses bercocok tanam semestinya dipikirkan juga. Sehingga  pertanian yang terpuruk saat ini, segera  dapat didongkrak," kata  pria yang akrab disapa Nonink ini. (B1/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru