Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026
Transfer Teknologi Sekaligus Antisipasi Kesulitan Kayu

Pemkab Tapteng Rintis Pembuatan Kapal "Semka" Berbahan Fiberglass

- Kamis, 20 Maret 2014 11:09 WIB
1.142 view
 Pemkab Tapteng Rintis Pembuatan Kapal
Sib/ist
KAPAL SEMKA : Inilah kapal impian Semka Tapteng yang diharapkan ke depan. Foto diambil dari modul program kapal Semka di Dinas Pendidikan.
Tapteng (SIB)- Pemkab Tapteng sedang menggodok program rintisan pembuatan kapal "Semka Tapteng" berbahan baku fiberglass dengan bermesin diesel dan listrik yang tahap awal pengerjaannya dimulai tahun 2014. Program tersebut merupakan momentum pembelajaran sekaligus motivasi bagi siswa SMK untuk berkarya mengikuti perkembangan teknologi dan melihat peluang kerja, apalagi persediaan kayu sebagai bahan baku kapal selama ini sudah menipis.

Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang dalam wawancara dengan SIB, Rabu (19/3) mengatakan, rencana pembuatan kapal tersebut sudah memasuki persiapan yang matang dengan diawali pembangunan lokasi pabrikan sekaligus tempat pelatihan bagi tenaga profesional yang menangani, terdiri dari guru guru SMK se Tapteng.

"Kita akan memindahkan pabrikan kapal fiberglass ke Kabupaten Tapteng. Artinya akan dibangun pabrikan kapal dengan merek Semka di Tapteng," kata Bupati Tapteng dengan nada optimis, sembari mengatakan pihaknya sudah membentuk tim dari guru-guru SMK di bawah koordinasi Dinas Pendidikan.

Kadis Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu didampingi Kabid Program Bahal Simanjuntak dan Kabid Dikdas Syamsir Hutabarat mengaku sudah melakukan studi banding ke PT Makmur Berkat Bahari - perusahaan yang bergerak di bidang industri kapal fiberglass sebagai produk unggulan di Kabupaten Tangerang dan pembuatan mobil Esemka di Kota Solo.     

Dalam program pembuatan kapal, kata Kadis, Pemkab Tapteng akan bekerjasama dengan PT Makmur Berkat Bahari dan PT Makmur Berkat Bahari sendiri sudah mengatakan kesiapannya untuk membantu dengan menurunkan tenaga ahli, tentu diawali dengan memberikan pembekalan sistem pelatihan sekaligus praktek pembuatan kapal.

Mengingat persediaan bahan kayu sudah menipis maka seribuan kapal nelayan, kapal wisata dan kapal ikan yang beroperasi di Tapteng perlu penanganan serius ke depan. "Tidak tertutup kemungkinan kapal-kapal kayu akan beralih ke kapal fiberglass yang secara teknis dan ekonomis lebih menguntungkan," pungkasnya.

Memang, lanjut Kadis, untuk tahap awal program pembuatan kapal tidak ubahnya sebagai momen pembelajaran atau katakanlah transfer pengetahuan dan alih teknologi bagi sekolah SMK Tapteng. Namun ke depan program ini akan melangkah dan diharapkan cikal bakal tercetusnya sekolah perkapalan di Tapteng yang mengakomodasi kearifan lokal sebagai daerah wisata yang juga mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

"Namun yang tak kalah penting adalah para siswa SMK dapat semakin trampil sehingga akan lebih mudah mencari kerja bahkan menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya. (E5/h)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 20 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru