Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Proyek Rigid di Inti Kota Sibolga Mulai Dikerjakan, Warga Berencana Gelar Aksi

- Sabtu, 14 November 2015 22:52 WIB
514 view
Proyek Rigid di Inti Kota Sibolga Mulai Dikerjakan, Warga Berencana Gelar Aksi
Sibolga (SIB)- Pelaksanaan proyek rigid berupa peningkatan badan jalan menjadi perkerasan beton semen di inti Kota Sibolga bersumber dana APBD TA 2015 dimulai.

Pantauan wartawan, Jumat (13/11)  di Jalan Imam Bonjol Sibolga, terlihat alat berat jenis excavator mengeruk gorong-gorong, namun belum membelah badan jalan sehingga masih bisa dilintasi kendaraan. Termasuk papan proyek sudah terpampang di pinggir jalan.

Terpisah, Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sibolga Kota M Ridha Nasution kepada wartawan di Kantor Lurah Kelurahan Pasar Baru mengatakan sangat menyayangkan pelaksanaan proyek tersebut.

Menurutnya, warga di Kelurahan Pasar Baru melalui LPM Kelurahan sudah melayangkan surat resmi menolak pelaksanaan proyek dengan alasan bisa meresahkan warga karena adanya peninggian badan jalan hingga 40 cm.

“Belum ada kata kesepakatan dengan warga, bahkan surat yang kami layangkan juga belum dibalas,” katanya seraya menambahkan, pihaknya sudah merencanakan untuk melakukan aksi menolak pelaksanaan proyek ini.

Untuk diketahui, Pemko Sibolga dalam APBD Perubahan TA 2015 telah menganggarkan dana sebesar Rp 47,76  miliar guna membiayai  8 paket proyek rigid di inti kota meliputi  peningkatan Jalan  Imam Bonjol menjadi perkerasan beton semen Rp 6,69 miliar,  peningkatan Jalan Diponegoro  Rp 6,21 miliar,  peningkatan Jalan A Yani Rp 4,76 miliar.

Peningkatan Jalan Yos Sudarso Rp 5,24 miliar, peningkatan Jalan Pantuan Anggi  Rp 9,14 miliar,  peningkatan Jalan Junjungan Lubis  Rp 4,27 miliar,  peningkatan Jalan Masjid  Rp 6,69 miliar dan  peningkatan Jalan Gambolo  Rp 4,7 miliar.

DI BAWAH STANDAR
Sementara itu, bathcing plant yang digunakan pelaksana proyek rigid tersebut dituding di bawah standar, karena tidak dilengkapi bagian dan fasilitas pendukung diantaranya laboratorium.

Batching plant merupakan alat yang mencampur atau memproduksi beton ready mix yang akan digunakan menjadi beton tetap dalam kualitas baik sesuai standar dan memiliki nilai slumpt test dan strength ability yang stabil.

Tudingan tersebut disampaikan Ketua LP3TN-Indonesia Robert Hutagalung dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (11/11) di Sibolga.

Menurutnya, sesuai hasil investigasi ke lokasi batching plant tidak ditemui fasilitas laboratorium dan bagian pengadukan beton ready mix pada concrete mixer truck, timbangan sesuai mix design untuk menghitung kandungan air dalam material baik dalam agregat kasar maupun halus (baca:pasir).

“Yang ada pengelohan semen cor beton  dilakukan  tenaga manusia secara manual setelah itu dimasukkan ke dalam mixer yang ada dipundak truk, lalu truk dihidupkan dan mixernya digerakkan sekedar. Menunjukkan seolah itu adalah semen produk batching plant,” katanya seraya menambahkan, kegiatan seperti itu tidak memunculkan kualitas type beton K150, K225, K350 dan seterusnya.

Pelaksanaan rigid menurutnya memerlukan keahlian khusus dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli, di samping itu disyaratkan adanya laboratorium beton dengan peralatan lengkap yang dilayani tenaga-tenaga ahli yang dapat melakukan pengawasan mutu beton secara kontiniu.

Melaksanakan pekerjaan beton harus bisa dibuktikan terlebih dahulu kepada pengawas ahli mengenai kemampuan mencapai mutu beton dan hal ini dapat dilakukan dengan menunjukkan data otentik dari pengalaman di waktu yang lalu.

“Pelaksanaan rigid tahun ini diprediksi juga akan manual mengacu kepada proses yang pernah dilakanakan pada rigid TA 2013 di Jalan KH Ahmad Dahlan Sibolga. Saya lihat secara langsung  proses pengolahannya masih manual”, katanya.

Testing untuk menentukan kadar air dari aggregat juga dilakukan guna menentukan pengaturan tambahan jumlah air yang akan dicampurkan. “Beton ready mix harus sudah dicor pada tempatnya dalam hitungan jam tertentu dan tidak boleh lebih,” katanya.

Pada berita sebelumnya, Kadis PU Kota Sibolga  Marwan Pasaribu kepada wartawan, Selasa (3/11) usai mengikuti Rakerpem di perkantoran Wali Kota di Jalan Sutomo Sibolga menyebutkan, pelaksanaan proyek rigid tidak ada yang dikerjakan secara manual.

Menurutnya, pelaksanaan proyek menggunakan alat-alat pendukung untuk pekerjaan cor beton seperti tahap penulangan hingga rigid baru dengan mencor menggunakan truk mixer.

“Pelaksana proyek memenuhi kelengkapan alat termasuk ketersediaan batching plant,” katanya.(E04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru