Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Pembangunan Proyek STAKPN Tarutung Rp 30 M Terkesan “Amburadul”

* Humas STAKPN: Pembangunan Proyek Masih Tahap Wajar
- Senin, 16 November 2015 19:15 WIB
746 view
Pembangunan Proyek STAKPN Tarutung Rp 30 M Terkesan “Amburadul”
SIB/Anwar Lubis
AMBURADUL: Pembangunan proyek STAKPN yang dikerjakan secara bertahap di Desa Silangkitang Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput amburadul . Foto dipetik, Jumat, (13/11).
Tapanuli Utara (SIB)- Pembangunan proyek Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) di Desa Silangkitang Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) TA 2011 – 2014 yang dananya diperkirakan senilai Rp 30 miliar lebih dengan sumber dana dari APBN terkesan amburadul dan kurang pengawasan. Pantauan SIB, Jumat (13/ 11) pembangunan proyek tersebut terlihat tidak terawat dan kumuh, bahkan bangunannya banyak yang hancur diduga akibat lemahnya pengawasan pihak terkait H Hutabarat (47) warga setempat mengaku sangat kebingungan melihat hasil pekerjaan proyek tersebut apakah sudah selesai atau tidak. “Saya sangat bingung sebab proyek ini sudah hampir 3 tahun dikerjakan tapi belum selesai juga, ya seandainya bertahap apa mungkin ya pekerjaannya separah ini?,” katanya.

Hal senada juga dikatakan D Nababan (29) yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Kecamatan Sipoholon ketika dimintai tanggapannya mengatakan, awalnya sangat mendukung pembangunan kampus tersebut . Namun katanya, kalau ia melihat perkembangan pembangunannya sangat disayangkan karena mungkin tidak akan sesuai dengan yang direncanakan. “Jika dibiarkan terus menerus, pembangunannya bakal jadi kumuh karena tidak terawat . Saya berharap besar agar pembangunan proyeknya dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat, utamanya untuk penyebaran Injil di wilayah Tapanuli ini karena kampus ini nantinya bisa disebut identik dengan pencetak guru maupun penyebar Agama Kristen,” ujarnya Untuk itu ia berharap, semua elemen yang terkait harus tegas dan berkomitmen melakukan pengawasan.

Terkait hal tersebut, Humas STAKPN Sihar Manurung ketika dikonfirmasi melalui SMS menilai, pembangunan proyek tersebut masih dalam tahap proses dan berlangsung wajar , walaupun masih banyak kekurangan karena keterbatasan anggaran Dikatakan, proyek tersebut dimulai tahun 2011 dengan pembebasan lahan terlebih dahulu dan pada tahun 2012 dimulai dengan pematangan lahan. “Proyek dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,”ungkapnya Dijelaskan, pembangunan proyek itu juga memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), sedangkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) katanya, masih dalam proses penyusunan. (E02/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru