Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Banjir Bandang Terjang Desa Tualang, 300 Ha Sawah Terancam Tidak Bisa Ditanam

* Irigasi Jebol, Satu Korban Hilang dan 65 KK Terisolir
- Sabtu, 28 November 2015 20:00 WIB
915 view
Banjir Bandang Terjang Desa Tualang, 300 Ha Sawah Terancam Tidak Bisa Ditanam
SIB/Tulus Tarihoran
JALAN PUTUS: Camat Siempat Nempu Hulu Rahmadsyah Munthe menunjukkan jalan putus akibat curah hujan yang tinggi menuju Dusun IV, Jumat (27/11).
Sidikalang (SIB)- Satu orang hilang dan 65 kepala keluarga (KK) terisolir akibat banjir bandang menerjang  Dusun IV Desa Tualang Barisan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi, Kamis (26/11) sekira pukul 20.30 Wib.

Kepala Dusun IV Robert Lumban Gaol kepada wartawan, Jumat (27/11) mengatakan , lokasi banjir berada di antara Dusun II dengan Dusun IV Desa Tualang Barisan dengan jarak satu kilo meter dari pemukiman Dusun IV. Banjir bandang  diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis pagi. Banjir bandang berasal dari anak sungai yang meluap hingga melewati badan jalan membawa material batu, tanah, dan batang pohon . “Anak sungai itu biasanya tidak besar, tidak tahu dari mana sumber air yang begitu besar dan material batu, tanah  menutupi gorong-gorong di bawah badan jalan, sehingga air meluap melewati badan jalan”, ucapnya.

Korban hilang atas nama Julfirman Silaban (30) anak kedua dari pasangan Basaruddin Silaban dengan Kayan Pasaribu warga Dusun IV Desa Tualang Barisan,diduga terbawa arus banjir bandang, saat melintas mengendarai sepeda motor dari lokasi banjir. Korban  diketahui hilang setelah paginya
Informasi dari teman-temannya korban pulang dari salah satu kedai di Dusun II sekitar pukul 20.30 WIB melewati lakasi banjir dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah ada laporan keluarga korban, masih kata Robert, warga mencari korban, dan menemukan lampu, plat sepeda motor, jok, helm korban sekitar 300 meter dari pinggir jalan yang diduga terbawa banjir. Hingga, Jumat (27/11) sore, korban dan sepeda motornya belum ditemukan.

Camat Siempat Nempu Hulu Rahmadsyah Munthe mengatakan, akibat banjir tersebut sebanyak 65 KK terisolir di Dusun IV, akses menuju dusun putus total. Walaupun ada jalan alternatif, warga dan anak  sekolah menggunakan jalan itu, sebagai jalan utama keluar dan masuk dusun tersebut. Selain banjir bandang ada beberapa titik jalan yang mengalami longsor, bahkan badan jalan putus menuju Desa Tualang .

Dijelaskan Rahmadsyah, data kerusakan  diakibatkan curah hujan tinggi meliputi, jalan longsor, jalan tergenang air dan rusak sekitar 20 meter, jalan putus sekitar 10 meter, pipa air minum putus terbawa arus banjir.

Rahmadsyah menambahkan, pencarian korban sudah dilakukan mulai dari pagi hari dengan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi. Kejadian itu sudah diinformasikan kepada PU Bina Marga Dairi untuk menurunkan alat berat ke lokasi banjir bandang. Kabid Peralatan PU Bina Marga Mangihut Simaibang menyebutkan, setelah menerima informasi dari camat, pihaknya langsung sigap dan menurunkan alat berat ke lokasi banjir.

Warga Dusun IV, Sakdiah Siburian (65), Rusbe Manullang (53) mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama  mengeluarkan hasil pertanian. Saat ini dusun tersebut dalam musim panen jagung. “Musim jagung seperti ini, ada puluhan ton jagung yang akan dijual keluar, ini jika jalan tersebut belum diperbaiki, maka uang kami akan mengendap bahkan bisa mengalami kerugian yang cukup    besar,” sebut Sakdiah.

Jebol
Sementara itu tanggul irigasi P3A Tualang-Pandan, di Desa Tualang, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi jebol diterjang banjir bandang, mengakibatkan     300 hektar lahan sawah terancam tak bisa ditanami.

Bencana alam banjir bandang, Kamis (26/11) disaat daerah itu diguyur hujan deras sejak pagi. Petani padi sawah di Desa Tualang, Eliakim Sinaga (60) dan Horas Situmeang (55), Jumat (27/11) mengatakan, akibat banjir bandang sawah mereka terancam tidak bisa ditanami padi karena  tidak ada air.

Eliakim Sinaga mengatakan, peristiwa itu telah merusak saluran irigasi yang mengairi persawahan mereka sekitar 300 hektare. “Kini lahan sawah kami sedang dalam pengolahan dan sebagian warga sudah cabut semai, artinya jika irigasi tidak segera diperbaiki para petani tidak bisa menanam padi,” sebutnya.

Areal persawahan Tualang-Pandan merupakan lahan produktif, dimana dua kali dalam setahun panen. Produksi padi  lumayan besar dan sudah merupakan mata pencarian dan penopang ekonomi warga. Selain bertanam padi,  saat ini para petani sedang panen besar seperti jagung, karet, coklat serta kopi. Masyarakat berharap, Pemkab Dairi segera memperbaiki jalan yang terputus sehingga akses menuju dusun tersebut tidak terisolir dan hasil pertanian bisa segera dipasarkan.

Sekdes Desa Tualang Vincent Sianturi mengatakan, sebanyak sepuluh titik tanggul irigasi jebol, sehingga diperkirakan sulit untuk diperbaiki.  Ia menyebutkan, para petani mengharapkan Pemkab Dairi segera memperbaiki irigasi yang rusak supaya tidak merugikan warga.(Dik-TPT/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru