Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP Sosialisasi Bahaya Narkoba

- Rabu, 03 Februari 2016 23:00 WIB
479 view
Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP Sosialisasi Bahaya Narkoba
Kabanjahe (SIB)- Dandy Sembiring dan Dianita Veronika br Sitepu dari SMA Negeri 1 Kabanjahe tampil menjadi Duta AIDS dalam acara pemilihan Duta AIDS dan Festival Vocal Group Tingkat SLTP dan SLTA yang digelar Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP, selama 2 hari (29-30/1) di zentrum PPWG Kabanjahe.

Ketua bidang Diakonia Moderamen GBKP Pdt Rosmalia Barus, Sabtu (30/1) saat penyerahan penghargaan kepada para pemenang mengatakan, perlu komitmen yang besar dari pemerintah untuk memutus mata rantai peredaran HIV/AID dan Napza. Sosialisai tentang bahaya narkoba harus terus dilaksanakan ke semua lapisan masyarakat agar mereka mengerti. Semua pihak harus dilibatkan karena penanggulangan dan pemberantasan Narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja.

Sehari sebelumnya, Jumat (29/1), dalam pembukaan acara, Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting, mengingatkan masyarakat, jangan coba-coba pakai narkoba.Mengkonsumsi narkoba dapat merusak masa depan. Salah satu cara menghindari dan menghadapi peredaran narkoba adalah dengan berkarya dan melakukan hal-hal yang positif.

Ketua Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP Tuah Bastari Barus dalam keterangannya mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut, supaya informasi tentang bahaya HIV/AIDS dan Napza semakin menyebar di kalangan orang-orang muda khususnya bagi para pelajar. Mereka memilih pelajar SLTP dan SLTA karena dari data di lapangan sudah banyak kalangan pelajar jadi pangsa pasar para pengedar narkoba, dan sudah ada juga pengidap HIV/AIDS yang berumur 22 tahun.

“Karena itu, salah satu konsentrasi program pelayanan dari Komisi HIV/AIDS dan Napza GBKP 2016 adalah  memberikan pemahaman kepada orang-orang muda tingkat SLTP dan SLTA tentang bahaya HIV/AIDS dan Napza,” katanya. Tuah Barus juga sangat berharap dukungan dari pemerintah, LSM dan pihak-pihak terkait untuk terus mendukung kegiatan pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan Napza, karena apa yang dilakukan oleh GBKP saat ini masih merupakan satu bagian kecil saja.

Hal senada juga disampaikan oleh Pdt Monalisa br Ginting (pendeta full timer untuk penanganan masalah HIV/AIDS dan Narkoba) yang mengharapkan dengan penyampaian informasi lebih awal tentang bahaya HIV/AIDS dan Napza bagi para pelajar, mata rantai penyebaran HIV/AIDS dan Napza dapat diputus. Disebutkan, festival tersebut disinkronkan antara pemahahan tentang HIV/AIDS dan Napza dengan seni budaya supaya kedepannya orang-orang muda dapat mencintai seni dan budayanya.

Selain dipilihnya Duta AIDS, festival vocal group tingkat SLTP ditetapkan pemenangnya oleh juri adalah juara I  SMP N 1 Kabanjahe, Juara II  SMP GBKP Kabanjahe, Juara III SMP Xaverius 1 Kabanjahe dan untuk tingkat SLTA, Juara I  SMA N 1 Berastagi, Juara II  SMA Santamaria, Juara III : SMA N 1 Kabanjahe.
Acara tersebut dihadiri Bupati Karo diwakili Sekda Sabrina Tarigan, Perwakilan Polres Karo, BNN Karo, KPA , Kodim, GAMKI dan undangan lainnya.(R5/ r)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru