Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 27 Juni 2026
Setelah Menerbitkan Perpres 26 Tahun 2008

SBY Pernah Menitipkan Danau Toba Kepada DR JR Saragih untuk Dimajukan

- Selasa, 09 Februari 2016 18:16 WIB
690 view
SBY Pernah Menitipkan Danau Toba Kepada DR JR Saragih untuk Dimajukan
SIB/Arjuna Bakkara
Sekjen Partai Demokrat Dr Hinca Panjaitan (tengah) didampingi Zaiman Affan politisi Demokrat asal Bengkulu (Kiri), dan H Ahmad Haris Wijaya SE Koordinator Biro Politik, Hukum dan Keamanan (Kanan), Senin (8/2) di Hotel Grand Angkasa Medan ketika memberikan
Medan (SIB)- Ketika masih  menjabat presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menitipkan Danau Toba kepada JR Saragih untuk memastikan Simalungun mengambil peran yang besar memajukan Danau Toba. Hal itu disampaikannya kepada pengurus DPP P Demokrat Dr Hinca Panjaitan SH MH setelah penetapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26  tahun 2008 tentang Tata Ruang Penetapan Danau Toba sebagai wilayah strategis nasional yang dikeluarkan Presiden SBY.

Hal itu dikemukakan Sekjen DPP P Demokrat Hinca Panjaitan kepada wartawan, Senin (8/2) di Hotel Grand Angkasa Medan. Pernyataan tersebut juga dibenarkan Sekretaris DPD P Demokrat Sumut Drs Tahan M Panggabean MM, dia menegaskan betapa seriusnya SBY semasa memimpin NKRI. Turut mendampingi Ketua Departemen Politik, Hukum dan Keamanan Ruhut Poltak Sitompul SH, H Ahmad Haris SE, Hutin Hilda dan Saiman.

Menurut Hinca, SBY menginginkan pemimpin Simalungun itu seorang sosok  yang muda, berani dan berpengalaman lima tahun memikirkan jauh ke depan bagaimana Simalungun. Karena Presiden besutan Partai Demokrat dua periode itu sudah membuat landasan bagaimana Danau Toba menjadi kawasan strategis nasional. Tujuannya bagaimana agar kawasan itu  maju ke depan. Sehingga, kata Hinca Panjaitan, Pilkada Simalungun harus memilih pemimpin  yang berani dan membawa perubahan.

“Karena, pemimpin yang baik adalah mampu membawa  kawasan yang  dipimpinnya maju ke depan. Sehingga Pilkada ini sebenarnya harus memilih bagian pemimpin yang inovatif, berani dan bisa membawa perubahan di Simalungun. Sejak dahulu Demokrat sudah memiliki cita-cita membangun Danau Toba itu menjadi kawasan strategis  nasional. Dan pemerintahan sekarang mendukung dan meneruskannya kembali apa yang sudah di Perpreskan SBY,” terang Hinca.

Jadi kehadiran Demokrat ke Simalungun  dalam rangka menyukseskan Pilkada itu , artinya semua masyarakat di Simalungun harus melihat jauh  bagaimana Simalungun ke depan. Amanah yang diberikan SBY itu sudah dilaksanakan JR Saragih dengan baik, namun karena keterbatasan waktu kepemimpinannya yang masih lima tahun dirasa tidak cukup untuk mengemban tugas tersebut. “Agar nampak hasil kerja tersebut kepemimpinannya harus dua periode atau 10 tahun, agar hasil kerja tersebut terlihat nyata karena dikerjakan secara berkesinambungan dengan anggaran yang benar-benar terprogram,” paparnya.

Sebagai kader terbaik P Demokrat, Hinca Panjaitan juga sudah berletih lelah memperjuangkan agar Kaldera Toba masuk dalam GGN Unesco bersama DR RE Nainggolan. Dia bersama RE Nainggolan sudah malang melintang melakukan seminar, memanggil Badan Lingkungan Hidup Pemprovsu dan kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Simalungun DR JR Saragih yang begitu berantusias mendukung Kaldera Toba. Namun waktu itu Gubsu H Gatot Pujo Nugroho  belum menyiapkan sekretariatnya sehingga tim dari Unesco tidak bisa mendapat input tentang Kaldera Toba dan akhirnya gagallah Kaldera Toba masuk GGN Unesco.

Namun intinya, kata Hinca, P Demokrat melalui SBY ketika masih jadi presiden sudah membuat landasan bagaimana Danau Toba menjadi kawasan strategis nasional, lewat Perpres Nomor 26  tahun 2008. Semua itu sudah dilakoni oleh Demokrat, mulai dari Presiden SBY, Hinca Panjaitan yang waktu itu masih salah satu ketua divisi, Bupati Simalungun JR Saragih yang juga Ketua DPC P Demokrat Simalungun yang tujuannya bagaimana Danau Toba menjadi perhatian dunia. (A12/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru