Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Belasan Tahun Jalinsum "Kota Minyak" Pangkalansusu Nyaris Tak Tersentuh Pembangunan

- Senin, 15 Februari 2016 18:57 WIB
143 view
Pangkalansusu (SIB)- Belasan tahun lamanya Jalinsum sepanjang lebih kurang delapan kilo meter mulai dari perbatasan ujung Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat menuju "kota minyak" Pangkalansusu, Langkat nyaris tak tersentuh pembangunan yang memadai. Yang ada hanya pengaspalan tambal sulam.

“Dinas PU Pemprovsu melakukan perbaikan jalan dengan aspal tambal sulam menutup lobang- lobang badan jalan yang ukurannya relatif besar dan hanya bertahan  tiga bulan karena kualitasnya sangat rendah alias asal jadi”, ujar seorang tokoh pemuda di Pangkalansusu, Wartono kepada SIB, Minggu (14/2).

"Buruknya infrastruktur jalan sepanjang ± 8 KM ini mengakibatkan  pengendara sepedamotor kerap terperosok ke dalam lobang hingga tabrakan pun tak terelakkan. Akibat badan jalan berlobang-lobang sedikitnya sepuluh orang pengendara telah menjadi korban tabrakan dalam dua bulan terakhir ini," ungkap Wartono.

Karena kondisi badan jalan rusak sudah berlangsung lama, orang yang tertidur pulas di dalam mobil pun akan tahu kalau perjalanannya telah berada di Jalinsum antara perbatasan Kecamatan Brandan Barat dan Pangkalansusu, para penumpang mobil atau bus akan spontan terbangun dari tidurnya, sesaat ban mobil yang ditumpanginya menginjak aspal kasar dan jalan berlubang.

Padahal, kata pria yang akrap disapa Tono ini, setiap tahun Pemvropsu dan Langkat termasuk Kab/Kota lainnya di Sumut menerima dana bagi hasil baik itu bersumber dari pajak bumi maupun bangunan (PBB) dan dana bagi hasil (DBH) migas mencapai ratusan miliar pertahun hasil dari Pertamina EP Pangkalansusu Field, belum lagi PAD dan PBB dari sektor perkebunan serta BUMD,BUMN dan lainnya.

Dikatakannya,  "Kota minyak" Pangkalansusu merupakan salah satu daerah kecamatan penyumbang dana terbesar melalui DBH dan PBB untuk pembangunan daerah dan pusat. Teluk Aru Langkat adalah cikal bakal perminyakan di Indonesia, tapi yang menjadi pertanyaan , kenapa pemerintah terkesan menganaktirikan Pangkalansusu, terang Wartono, seraya ia berharap kepada Gubsu dapat segera mengalokasikan dana anggaran pembangunan aspal hotmix Jalinsum Pangkalansusu. (B04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru