Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 17 Juni 2026
Pemprovsu - Kodam I/BB Lakukan Pelatihan Ketahanan Pangan

2015, produksi padi Sumut ditargetkan 4.156.590 ton

- Selasa, 13 Januari 2015 14:39 WIB
508 view
2015, produksi padi Sumut ditargetkan 4.156.590 ton
SIB/Dok
Pangdam I/BB Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak bersama Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan jajaran Muspida Sumut lainnya meninjau pelatihan pelaksanaan program swasembada pangan di Desa Wonosari, Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (12/1).
Medan (SIB)- Pemprovsu bersama Kodam I/BB melakukan pelatihan ketahanan pangan  tingkat Sumut, Senin (12/1) di Desa Wonosari, Tanjung Morawa, Deliserdang menjelang pencanangan Program Swasembada Pangan pada Jumat (16/1).

Menurut Gubsu  Gatot Pujo Nugroho yang didampingi Kadis Pertanian Sumut M Roem usai pelatihan dan peninjauan ke berbagai lokasi irigasi dan areal pertanian, Pemprovsu-Kodam I/BB benar-benar siap menjalankan Program Swasembada Pangan yang merupakan program Presiden Joko Widodo.

Gubsu  berharap semua masyarakat dapat mendukung program itu, apalagi TNI turut  menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sementara M Roem, mengatakan, tahun ini produksi padi Sumut ditargetkan bisa mencapai 4.156.590 ton. "Pada tahun 2015, produktivitas lahan padi di Sumut ditargetkan 5,55 ton per hektare dari 5,05 ton per hektare tahun lalu," paparnya.

Dia menjelaskan dari empat provinsi  di bawah Kodam I/BB, diperkirakan hanya Sumut dan Sumatera Barat yang bisa surplus padi hingga tahun ketiga program swasembada pangan nasional, sementara Riau dan Kepri belum.

Pada 2017, katanya, Sumut akan menyumbang padi 1.642.399 ton dan Sumatera Barat disebutkan di atas jumlah Sumut. "Mengingat tanaman pangan juga hanya bukan padi, maka Pemprovsu  terus berupaya meningkatkan produksi kedelai, ubi kayu dan jagung yang diakui belum memenuhi kebutuhan yang terus meningkat pesat," katanya.

Pada 2017, lanjutnya,  diharapkan semua tanaman pangan sudah swasembada bahkan surplus seperti halnya padi. Untuk Jagung misalnya, pada tahun ketiga direncanakan kenaikan produksinya sebanyak 536.892 ton sehingga 2017 ada surplus 888.292 ton.

Sementara Pangdam I/ BB Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak menyebutkan, selain sudah mulai memberikan pelatihan ketahanan pangan, dia bersama jajaran  Muspida Sumut dan Deliserdang serta kabupaten/kota lainnya juga meninjau berbagai kesiapan untuk menjalankan program itu.

"Sungai di Paya Bakung, Deliserdang  itu misalnya akan menjadi salah satu yang akan dijadikan sumber  pengairan atau irigasi untuk beberapa kawasan lahan pertanian tadah hujan yang ada di sekitar Hamparan Perak," katanya.

 Dari data, kata dia, perbaikan dan pembangunan irigasi yang dibutuhkan untuk mendukung program swasembada pangan di Sumut adalah dengan luasan lahan padi 118 ribuan hektare hingga 200-ribuan hektare.

Sementara itu, tambahnya,  lahan irigasi yang sudah disetujui oleh Kementerian  Pertanian diperbaiki pada tahun 2015 masih seluas 18.450 hektare, antara lain di Deliserdang 1.200 hektare, Serdang Bedagai 2.300 hektare, Simalungun 2.000 hektare dan Asahan, Batubara, Labuhanbatu serta Labuhanbatu Utara.

TNI, kata dia, siap mengawal mulai dari pembuatan irigasi, penanaman tanaman pangan, penyaluran benih, pupuk  dan alat pertanian ke petani. "Program swasembada pangan yang dicanangkan presiden harus dikawal. Kodam I/BB siap mengawal program itu di Sumut dan tiga provinsi lainnya," katanya.

Sedangkan Bupati Deliserdang, Ansahari Tambuan menyebutkan, Deliserdang memang sudah surplus beras selama ini dan termasuk menjadi salah satu pemberi pasokan kepada hasil beras  Sumut. "Namun seperti halnya Sumut, Pemkab Deliserdang tetap siap untuk meningkatkan produksi mendukung program swasembada pangan nasional 2017 yang dicanangkan Presiden," katanya.(A16/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru