Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Hasil Muktamar ke-29, IDI Tolak Pendidikan Dokter Layanan Primer

- Sabtu, 10 September 2016 11:11 WIB
771 view
Hasil Muktamar ke-29, IDI Tolak Pendidikan Dokter Layanan Primer
Medan (SIB)- Hasil Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-29 di Medan mengingatkan seluruh anggota IDI agar tidak mengikuti pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP), karena dinilai mubazir bagi dokter.

"Penolakan itu sesuai hasil Muktamar IDI ke-29 di Medan. Jadi kita sudah memboikot program pendidikan tersebut," kata Sekretaris IDI Sumut dr Khairani Sukatendel SpOG kepada SIB di Medan, Selasa (6/9).

Bahkan dalam akun Facebooknya, Khairani membuat postingan bahwa yang ikut pendidikan DLP adalah pengkhianat Muktamar IDI ke-29, dengan menyertakan foto salah satu dokter yang dinyatakan lulus DLP di Universitas Padjajaran tahun ajaran 2016.

Hal itu membuat kawan sejawat sesama dokter ikut berkomentar dan menilai masih ada dokter yang berkhianat karena tidak tunduk pada IDI. Karena itu, seluruh cabang IDI diminta untuk melakukan pengawasan terhadap anggotanya agar tidak mengikuti DLP.

"Kita sudah menyosialisasikan kepada cabang-cabang agar tidak merekomendasikan anggotanya ikut DLP. Selain itu, kita juga sudah menyurati presiden untuk meniadakan atau batalkan DLP," tambahnya.

Khairani menegaskan, DLP itu hanya akan memberatkan calon dokter dan merendahkan serta meragukan kompetensi dokter yang sudah lulus. Padahal, para dokter tanpa mengikuti DLP sudah berkompetensi karena sudah melalui proses uji kompetensi untuk proses sertifikasi dan masa intersip dokter yang diatur dalam UU Pendidikan Kesehatan.

"Kasihan para dokter terus dituntut untuk sekolah, padahal setelah wisuda seharusnya mereka sudah bisa menjalankan ilmunya. Kalau masih sekolah lagi sekitar 2 tahun selain biaya, mereka juga akan terbebani waktu," ungkapnya.

Terkait penambahan kompetensi, menurutnya seharusnya para dokter bisa dilakukan dengan kursus. "Selama ini dokter tanpa DLP juga sudah bisa memberikan pelayanan kesehatan. Jadi kenapa harus diberatkan dengan pendidikan," ujarnya.

Sementara Ketua IDI Medan, dr Ramlan Sitompul SpTHT menyatakan hal senada. Diingatkan kepada para dokter untuk menaati hasil Muktamar IDI ke-29 di Medan yang menolak adanya DLP. "Belum ada anggota yang ikut, yang jelas sudah diputuskan dalam Muktamar untuk tidak ikut DLP," pungkasnya. (A18/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru