Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Banjir Kembali Genangi Ribuan Rumah di Medan Labuhan dan Marelan, KIM 2 Juga Tergenang

- Minggu, 11 September 2016 10:12 WIB
1.183 view
Banjir Kembali Genangi Ribuan Rumah di Medan Labuhan dan Marelan, KIM 2 Juga Tergenang
SIB/Pally Simangunsong
Sejumlah pekerja mengamati genangan air yang merendam Kompleks Industri Multiguan di KIM 2 dan para pekerja tidak dapat melakukan aktivitasnya, Sabtu (10/9).
Belawan (SIB)- Banjir di Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Marelan yang terjadi sejak, Jumat (9/9) tidak kunjung surut. Bahkan hingga hari Sabtu (10/9) ketinggian air yang menutupi ruas dan badan jalan serta kawasan pemukiman penduduk di dua kecamatan tersebut semakin tinggi.

Genangan air terparah atau setinggi pinggang orang dewasa di Kecamatan Medan Labuhan terjadi di Kelurahan Besar, seribuan rumah penduduk tergenang air, termasuk Perumahan Yuka serta Griya Martubung sekitarnya.

"Tadi malam air mulai merangsek menggenangi ruas-ruas jalan dan pemukiman, banyak warga terpaksa mengungsikan harta bendanya seperti sepedamotor ke rumah tetangga yang tidak tergenang air," ujar Tumanggor kepada wartawan.

Sedangkan, pada Sabtu pagi, sudah ada sejumlah warga yang mengungsi ke rumah kerabat mereka, karena ketinggian air mulai tidak terkendali yakni mencapai pinggang orang dewasa.

Warga juga mengatakan, ada indikasi kondisi banjir tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan di kawasan industri untuk membuang limbah pabrik mereka. "Malam tadi warna air kehitam-hitaman dan baunya sangat tidak sedap, kami menduga kondisi ini dimanfaatkan sejumlah perusahaan di kawasan industri, membuang limbahnya ke parit," ujar sejumlah warga kepada wartawan.

Sementara itu, di Kecamatan Medan Marelan, air hujan yang tidak tertampung di parit sejak Sabtu pagi mulai merangsek memasuki rumah-rumah penduduk di kawasan Pasar I Barat Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kelurahan Rengas Pulau dan Kelurahan Terjun, mulai dari Pasar 2, Pasar 3, Pasar 4 dan kawasan Jalan Kapten Rahmad Buddin serta Komplek Perumahan KPUM sekitarnya.

Pantauan wartawan, air hujan yang tidak tertampung oleh saluran air juga menggenangi ruas dan badan jalan utama serta merendam areal perusahaan atau gudang di Kawasan Industri Medan (KIM) 2, Percut Sei Tuan.

Selain itu, banjir yang melanda Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Marelan sangat mengganggu sejumlah warga yang akan melaksanakan pesta perkawinan.
Akibat lain yang ditimbulkan genangan air tersebut banyak kendaraan bermotor roda dua yang mogok karena pengemudinya memaksa menerobos genangan air yang menutupi ruas dan badan jalan.

"Kita berharap Pemko Medan yang dipimpin Wali Kota Dzulmi Eldin tolong seriuslah membenahi drainase, kalau di Marelan sepertinya hampir seluruh drainase sangat buruk," ujar Buyung salah seorang warga di Kelurahan Terjun.

Hingga Sabtu sore, banjir di Medan Labuhan dan Marelan masih belum surut. (A8/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru