Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Banjir dan Banyak Jalan Rusak Kinerja Pemko Medan Dinilai Kurang Maksimal

- Selasa, 13 September 2016 08:11 WIB
201 view
Banjir dan Banyak Jalan Rusak Kinerja Pemko Medan Dinilai Kurang Maksimal
Medan (SIB)- Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Medan menilai, kinerja Pemko Medan belakangan ini semakin buruk, ditandai banyaknya kerusakan ruas jalan, kemacetan lalulintas, banjir dan pembangunan drainase dan infrastruktur lainnya, sepertinya tidak terencana dengan baik dan dilakukan asal-asalan. Keadaan ini tentu mengganggu mobilitas warga, yang berdampak terhadap perekonomian rakyat.

" Dari kondisi seperti disebut di atas, terlihat bahwa upaya pelayanan Pemko Medan, yang dipimpin Wali Kota Dzulmi Eldin dan seluruh perangkatnya, terhadap warganya tampak kurang maksimal," kata Ketua GMPK Medan Pamostang Hutagalung kepada wartawan, Jumat pekan lalu.

Dikatakan, kerusakan infrastruktur jalan di beberapa wilayah kota Medan jelas mengganggu mobilitas atau aktivitas warga. Sebab kerusakan jalan itu kerap menimbulkan kemacetan lalulintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan, bahkan bukan tidak mungkin juga berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Seperti kerusakan Jalan Gatot Subroto, mulai dari simpang Jalan Asrama (Ringroad) hingga perempatan Jalan Pinang Baris-Gatot Subroto. Sekira 1 kilomter lebih jalan di depan Makodam I/BB itu kini rusak. Selain bergelombang dan "keriting", puluhan lubang menghiasi badan jalan dua arah itu. Lubang-lubang berkedalaman sekira 10 hingga 20 Centimeter itu menganga dan setiap saat bisa menimbulkan kecelakaan lalulintas. Apalagi pada musim hujan belakangan ini, kawasan tersebut sering banjir sehingga lubang-lubang jalan sering tegenangi air sehingga tak tampak jelas. "Kondisi ini jelas sangat mengancam keselamatan pengguna jalan," kata Hutagalung.

"Kerusakan di jalan protokoler Kota Medan tersebut, jelas sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kerusakan Jalan Gatot Subroto, hanyalah salah satu contoh. Banyak jalan lain yang rusak seperti di kawasan Medan Timur, Medan Kota, Amplas dan lainnya," ucapnya.

Pada sisi lain, di saat banyak kerusakan yang memerlukan penanganan segera, tetapi Dinas Bina Marga Medan justru mengaspal (overlay) jalan yang masih bagus dan mulus. Seperti Jalan Busi Medan dan beberapa jalan di kawasannya, yang tergolong masih mulus dan bagus justru diaspal dengan hotmix. "Tak jelas apa pertimbangannya, tapi itu bukti Dinas Bina Marga tidak punya program prioritas dalam penggunaan anggaran," kata Pamostang.

Sementara banjir pada musim hujan, yang diakibatkan tidak berfungsinya saluran drainase atau tidak mampunya saluran drainase menampung curahan air juga tidak tertangani dengan baik. Pemko Medan dalam beberapa tahun ini rutin membangun drainase di beberapa kawasan, tetapi, pembangunan drainase selama ini seperti tidak punya perencanaan. Drainase yang dibangun sekarang sebenarnya adalah rehabilitasi drainase yang telah dibangun jauh sebelumnya. Para pekerja kini sibuk membongkar coran beton yang dibangun pemilik bangunan (rumah) menutup permukaan drainase, yang ada di depan bangunannya. Coran penutup drainase itu dibangun tanpa lubang kontrol, sehingga sedimen yang menimbun dasar drainase tidak bisa diangkut. Alhasil semakin lama semakin menumpuk, tanpa bisa dibersihkan sehingga drainase tak berfungsi sama sekali hingga akhirnya menimbulkan banjir setiap hujan datang. Drainase yang dibangun sekarang pun tidak ada jaminan hingga dua tahun kedepan tidak tumpat, karena Pemko Medan sepertinya tidak punya aturan yang melarang warga, menutup total permukaan drainase, sehingga banjir terus berulang dan anggaran terkuras dengan sia-sia. (R13/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru