Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Sentuhan Hati Hartati Pakpahan Lestarikan Seni Etnik

- Selasa, 13 September 2016 15:02 WIB
903 view
Sentuhan Hati Hartati Pakpahan Lestarikan Seni Etnik
Medan (SIB)- Konser Clara Panggabean Bersama Trio Lasidos Show, Sabtu, (10/9), berakhir sukses. Di balik keberhasilan itu ada Hartati Tiurma Pakpahan. Perempuan kelahiran Binjai, 2 Mei 1970 itu tak hanya menangani secara fisik tapi dengan hati. "Puji Tuhan, semua dimaksudkan untuk memuliakanNya dengan media melestarikan warisan leluhur," ujar putri pasangan Gabriel Frederick Pakpahan - Halmaria Kesya Siregar tersebut.

Ibu anak 3 dari 3 bersaudara itu adalah orangtua dari Clara Panggabean. Meski punya boru cantik, pintar dan mampu menghibur publik tapi Ny Jhon Panggabean tersebut mengaku tidak memiliki andil. "Tapi saya terus berdoa agar semua yang terlibat dalam konser, diberkati memberi apa yang terbaik hingga Tuhan dipermuliakan," ujarnya.

Apa yang dipetiknya adalah buah perjalanan panjang. Sejak awal ia memuliakanNya sesuai talenta yang diberikan. "Ingat nats Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa di sanalah saya berada dan menginspirasi," ujarnya mengupas Mazmur 91 tersebut.

***
Lahir dari keluarga sederhana tapi kaya cinta, Hartati Panggabean menimba ilmu di  SD Inpres Danau Maninjau, SMP dan SMAN2 Binjai. Tahun 1993 ke Jakarta untuk membantu kakak ipar yang bersalin. Saat membantu keluarga, ayahnya menghadapNya tapi tidak sempat mudik.

Meneruskan didikan orangtua yang harus dekat denganNya, ia semakin merapat ke gereja. Apalagi Pdt Jusuf Roni rutin berkhotbat di gereja. Pagi-pagi pukul 05.00 WIB sudah duduk di depan mimbar. Di sana ia bertemu dengan Jhon SE Panggabean, yang menikahinya pada 1994 di Gereja HKBP Pertahanan Medan. Dari pernikahan itu beroleh buah hati: Samuel, Clara, Gracia.

Saat mengandung anak pertama, ragam mukzizat diperolehnya. Tetapi yang paling besar ketika berhasil mengusir roh jahat dari kandungannya. "Usai suami dibaptis selam tengah malam, melalui doa bersama, kami berhasil mengusir roh jahat berwujud Lucifer," kenangnya tentang persalinan normal yang diinginkannya.
Sepekan setelah Samuel Panggabean lahir pada 17 April 1995, seorang pendeta  dari Nigeria mendapat bisikan bahwa putra sulungnya itu akan menjadi pencerah. Benar, saat ini anak tertuanya sedang praktik pendeta GBI Tiberias.

Sama seperti Clara Panggabean yang punya suara merdu, Hartati Pakpahan memilik hal serupa. Dalam berkesenian, ia sangat menyukai lagu Gereja Tua milik  Beni Panjaitan dan lagu-lagu Eddy Silitonga. "Tetapi, lebih dari semua itu, hati saya terus melantunkan Mukzizat Itu Nyata," tutupnya. (R9/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru