Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Warga Blokir Jalan Masuk Lokasi Galian C di Desa Sugau

* Kapolsek Pancurbatu Imbau Warga Jangan Langgar Hukum
- Kamis, 15 September 2016 10:18 WIB
787 view
Warga Blokir Jalan Masuk Lokasi Galian C di Desa Sugau
SIB/Leo Bukit
Ratusan warga Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang memblokir jalan masuk ke lokasi Galian C menggunakan dua unit mobil dan beberapa sepeda motor yang berada di Dusun II Lau Macem, Desa Sugau, Rabu (14/9).
Pancurbatu (SIB)- Ratusan warga Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang memblokir jalan masuk ke lokasi Galian C yang disebut-sebut milik Satria Sitepu yang berada di Dusun II Lau Macem Desa Sugau, Rabu (14/9) siang. Pantauan SIB di lapangan, warga memblokir jalan masuk ke lokasi galian menggunakan dua unit mobil dan beberapa sepeda motor. Selanjutnya mereka melakukan orasi menyampaikan keluhannya.

Sembari berteriak mereka meminta tutup  aktivitas galian, karena mengancam pemukiman penduduk, banyak abu, dan jalan ke ladang mereka juga rusak. Tak berselang lama, Camat Pancurbatu Drs Antonius Pangaribuan, Sekretaris Camat Wakil Karo-Karo SE dan Kapolsek Pancurbatu Kompol Frido Gultom bersama anggotanya turun ke lokasi untuk menampung aspirasi masyarakat Desa Sugau tersebut.

Selanjutnya Muspika  Pancurbatu melakukan pertemuan dengan warga bersama pihak pengusaha yang diwakili oleh Koko. Dalam pertemuan itu disepakati  akan dilakukan pertemuan kembali di Kantor Camat Pancurbatu pada hari Jumat (16/9) siang antara warga diwakili Kepala Desa Sugau, Dahlan Purba bersama perangkat desanya.

Sementara dari pihak pengusaha akan dihadiri  pemiliknya. Koko perwakilan dari pihak penguasa mengaku akan menyampaikan keluhan warga tersebut kepada pimpinannya.

Pada kesempatan itu, warga lain sempat bersitegang dengan sesama warga Desa Sugau dan saling menuding. J Sembiring mengatakan, keberadaan aktivitas penggalian tanah dan pasir atau Galian C tersebut sangat menguntungkan mereka. Selain memberikan lowongan pekerjaan juga mengurangi pengangguran.

Sementara itu, Ginting mewakili warga yang keberatan mengatakan kehadiran galian tersebut mempunyai dampak negatif terhadap Desa Sugau. Sebab keberadaannya hanya memberikan debu yang beterbangan, Jalan Jamin Ginting terancam longsor karena berdekatan dengan median jalan.

Kepala Desa Sugau Dahlan Purba saat ditemui di lokasi mengatakan dari hasil kesepakatan tadi akan dilakukan pertemuan dengan pihak pengusaha, untuk menyampaikan aspirasi warga Desa Sugau. "Jika tidak ada titik temu saat pertemuan itu, semua tergantung masyarakat kita," tegas Dahlan.

Terpisah,  Kapolsek Pancurbatu Kompol Frido Gultom saat dikonfirmasi wartawan via selular, Rabu (14/9) mengatakan,  galian C milik Satria Sitepu memiliki dokumen lengkap dan lahan yang digali jauh dari indikasi longsor yang mungkin menimpa rumah warga dan menimbulkan kekurangan debit air ke masyarakat.
"Apalagi lahan yang diambilnya adalah tanah miliknya pribadi serta lokasi agak berbukit dan akibat dari galian tersebut lahan malah bisa menjadi rata dengan jalan," ujarnya.

Untuk itu, kepada masyarakat Kapolsek mengimbau agar jangan melanggar hukum dengan asal menyetop truk pengangkut galian C kecuali ada alasan yang jelas dan berdampak kepada masyarakat. Jika perbuatan ini terulang lagi,  apalagi sampai melanggar hukum tentunya akan berhadapan dengan aparat hukum,
jelasnya. Dan saat ini pihaknya  juga akan menyelidiki apakah ada orang yang mendalangi  aksi masyarakat ini. Jika ada dalangnya pasti akan ditindak, tegasnya.
Sementara itu, Mulia Guru Singa selaku pengawas lahan milik Satria Sitepu yang digali mengatakan, bahwa adanya rombongan ibu-ibu yang menghadang mobil pengangkut tanah galian C itu pada umumnya dari dusun 3 yang jaraknya jauh dari lahan Galian C. "Sebab galian C kami ini berada di Dusun 1 Desa Sugau Kecamatan Pancur Batu. Adapun jarak galian C dengan warga dusun 3  lebih kurang 3 Kilometer," ungkap Mulia mantan calon Kades yang tak duduk.

"Ada dugaan oknum tertentu yang tak senang mungkin terhadap galian C milik Satria Sitepu. Tapi kita belum bisa memastikan, biar saja pihak berwajib yang menyelidikinya," katanya. (A18/R13/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru