Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Petugas Gabungan Bongkar Seratusan Lapak Pedagang di Atas Parit Jalan Denai

- Kamis, 15 September 2016 10:19 WIB
297 view
Petugas Gabungan Bongkar Seratusan Lapak Pedagang di Atas Parit Jalan Denai
SIB/Roy Surya Damanik
LAPAK PKL: Petugas gabungan menaikkan lapak dagangan PKL yang dibongkar di atas drainase sepanjang Jalan Panglima Denai, Medan Denai, ke atas mobil truk, Rabu (14/9).
Medan (SIB)- Puluhan petugas gabungan dari Polsek Medan Area, Koramil, perangkat Kecamatan Medan Denai dan Satpol PP Pemko Medan melakukan penertiban terhadap seratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Panglima Denai Medan, Rabu (14/9).

Amatan wartawan di lokasi, tampak petugas Satpol PP melakukan pembongkaran bangunan semi permanen yang berdiri di atas drainase. Seluruh material bangunan yang dibongkar berupa seng dan kayu diangkut ke atas mobil truk, selanjutnya dibawa ke kantor kelurahan setempat.

Camat Medan Denai Hendra Asmilan ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, penertiban itu dilakukan karena para pedagang tak mengindahkan surat peringatan untuk tidak berjualan di atas parit. Makanya pihaknya melakukan pembongkaran terhadap lapak-lapak pedagang yang sudah melanggar aturan.

"Kita sudah sering menyurati para pedagang. Bahkan kita juga memeringatinya secara lisan, yang langsung dilaksanakan Lurah dan Kepling. Namun para pedagang tak mengindahkannya. Akhirnya kita berkoordinasi dengan polisi, Koramil untuk melakukan pembongkaran lapak PKL yang berada di atas drainase," ujarnya.

Pihak kecamatan dan kelurahan serta dibantu Kepling, sambungnya, akan kembali melakukan pengawasan terhadap keberadaan pedagang di Jalan Panglima Denai tersebut. Lokasinya dari bawah tol hingga simpang Jalan Panglima Denai. "Akan kita pantau terus supaya pedagang tak kembali lagi untuk berdagang," terangnya.

Seorang pedagang bernama Syahril mengaku ia sebelumnya sudah menerima 5 kali surat peringatan dari kelurahan dan kepling supaya tidak berjualan di atas drainase. Tapi alasan desakan ekonomi, ia dan pedagang lainnya terpaksa tetap berjualan. "Saya akan tetap berjualan kembali. Jika ditertibkan kembali, saya akan menutup dagangan saya. Terpaksa main kucing-kucingan dengan petugas," katanya. (A17/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru