Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Masuk Masa Purna Bhakti

Randiman Tarigan Luncurkan Biografi Menulis Asa di Atas Batu

- Sabtu, 17 September 2016 09:57 WIB
443 view
Randiman Tarigan Luncurkan Biografi Menulis Asa di Atas Batu
SIB/Dok
SERAH-TERIMA: Penulis buku “H Randiman Tarigan menulis Asa di Atas Batu” Tania Depari menyerahkan buku secara simbolis kepada Randiman Tarigan pada peluncuran buku tersebut, Jumat di Medan.
Medan (SIB)- Sekretaris DPRD Sumatera Utara, Drs H Randiman Tarigan meluncurkan buku biografi berjudul "H Randiman Tarigan Menulis Asa di Atas Batu", Jumat (16/9) di Aula Ruang Sekretariat DPRD Sumatera Utara. Acara digelar dalam rangka masa purna bhaktinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dirangkai dengan ramah tamah bersama seluruh jajaran PNS di Sekretariat DPRD Sumut.

Acara ditandai dengan penyerahan buku dari Tania Depari selaku penulis kepada Randiman Tarigan, selanjutnya buku dibagikan kepada seluruh yang hadir sebagai kenang-kenangan.

"Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari buku yang memuat perjalanan hidup saya apa adanya," ungkap Randiman Tarigan. Buku setebal 400 halaman lebih ini ditulis Tania Depari yang telah menulis beberapa buku biografi tokoh Sumatera Utara. Buku ini memuat perjalanan jatuh bangun Randiman Tarigan anak seorang petani, lahir 16 September 1956 di Pulo Rambung Gunung Manumpak, Bahorok. Masa-masa kecilnya yang penuh perjuangan dalam berbagai rasa dilaluinya dengan bahagia. Dari seorang pegawai honor Randiman menjelma menjadi sosok yang membanggakan keluarga, masyarakat Karo, Medan dan Sumatera Utara. Sosoknya menginspirasi banyak orang untuk selalu berpengharapan dan bekerja sungguh-sungguh.

"Bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, serta selalu mensyukuri segala rahmat yang dikaruniakan Allah SWT, akan menghasilkan buah yang manis," kata Randiman.

Diungkapkannya, kesuksesan dan rezeki yang dicapainya saat ini bukanlah hasil kerja dan kekuatannya semata, melainkan adanya rezeki dari istri serta anak yang selalu berdoa dan mendukung di setiap perjalanan hidupnya.

"Apa yang saya capai saat ini diluar yang bisa dipikirkan dan dikerjakan, sebab saya hanyalah anak kampung dari keturunan keluarga yang sangat sederhana sehingga harus berjuang sendiri. Hitam putih pertarungan hidup yang saya lalui sangat berat dan berliku seperti judul buku ini Menulis Asa Diatas Batu. Dan memang sangat berat," beber Randiman.

Randiman Tarigan juga menegaskan jangan pernah malu jadi anak kampung, sebab keberhasilan seseorang bukan melihat asal muasalnya melainkan perjuangan untuk menggapai cita-cita. Dan jangan pernah berbangga diri karena kebanggaan itu suatu saat akan menghancurkan diri kita sendiri.

Sementara itu Tania Depari dalam sambutannya menyampaikan, terimakasih kepada Randiman Tarigan yang telah mempercayakan dirinya untuk menuliskan biografi ini. Semoga buku ini dapat menginspirasi bagi pembacanya.

Dalam kesempatan itu anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidi dalam sambutannya menyatakan, dia sudah cukup lama mengenal sosok Randiman Tarigan semasa dia menjabat DPRD Medan.

"Saya cukup lama mengenal Randiman Tarigan semasa beliau menjabat Kadis Pertamanan Kota Medan. Saat itu, saya yang paling sering memberikan kritikan pedas kepada beliau. Tapi setelah saya duduk menjadi anggota DPRD Sumut justru saya melihat hal positif dan banyak belajar dari beliau. Dan saya pun berpikir seribu kawan tak cukup dan satu musuh terlalu banyak," ujar Ikrimah Hamidi sembari meminta maaf kepada Randiman atas kritikan pedasnya selama ini. (R5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru