Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Minim Perhatian Pemko, Warga dan Legislatif Korek Parit Cegah Banjir di Tangguk Bongkar Mandala

* Parlaungan Simangunsong Pertanyakan Anggaran Jalan dan Parit Rp600 Miliar
- Senin, 19 September 2016 10:18 WIB
214 view
Minim Perhatian Pemko, Warga dan Legislatif Korek Parit Cegah Banjir di Tangguk Bongkar Mandala
SIB/Roy Surya Damanik
BERIKAN SUMBANGAN: Anggota DPRD Kota Medan dari Komisi D Parlaungan Simangunsong ST meninjau sekaligus memberikan sumbangan kepada warga di Jalan Tangguk Bongkar 8 Kelurahan Tegalsari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai yang berinisiatif gotong-royong melaku
Medan (SIB)- Jalan Tangguk Bongkar 8 Kelurahan Tegalsari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai rutin dilanda banjir setiap hujan turun. Karena minimnya perhatian  Pemko Medan selama ini membuat warga berinisiatif melakukan pengorekan parit hingga kedalaman 1 meter secara swadaya.

Pantauan SIB di lokasi, Sabtu (17/9), terlihat puluhan orang laki-laki dari usia muda dan tua tampak bersemangat mengorek parit dengan alat seadanya berupa cangkul, sekop, ember dan sebagainya. Tanpa lelah dengan cuaca yang cukup terik, warga sangat bersemangat demi kenyamanan lingkungan mereka  terbebas dari banjir.

Anggota DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong ST yang sebelumnya diinformasikan warga pun turun di Jalan Tangguk Bongkar guna memantau langsung kegiatan positif yang dilakukan warga. Selain itu anggota Komisi D dari Fraksi Partai Demokrat tersebut juga mendengarkan segala keluh - kesah warga di sela-sela pelaksanaan pengorekan parit.

Seperti yang disampaikan  Ketua Serikat Tolong Menolong (STM) Blok 3 MH Simanjuntak dan Ketua STM Marsihaholongan St MSP Sihite, Jalan Tangguk Bongkar 8 dibagi menjadi 2 STM dan melibatkan sebagian warga dalam pengorekan parit yang sudah dilaksanakan selama 17 hari. Dalam pengorekan parit yang panjangnya mencapai 700 meter tersebut, tiap kepala keluarga (KK) dikutip Rp 50 ribu tanpa ada paksaan sama sekali dan sudah terkumpul Rp 7,5 juta. Namun tak seluruh warga memberikan sumbangan, lantaran mereka tidak mampu.

Dikatakan ketua STM itu, mereka langsung melibatkan para pemuda dalam kegiatan itu. Seluruh biaya makan, minum dan sebagainya ditanggung panitia pelaksanaan pengorekan parit. Di hadapan Parlaungan, warga mengaku kendala paling berat saat ini yang mereka hadapi yakni biaya yang masih kurang. Sebab pengorekan parit yang mereka lakukan itu akan selesai 3-4 hari lagi, namun biaya makan dan sebagainya sudah tidak ada.

Warga sangat berharap dukungan  anggota Komisi D yang membidangi Perizinan dan Pembangunan tersebut untuk menyampaikan keluhan masyarakat ke pemerintah kota. Apalagi selama ini Pemko Medan, kecamatan dan kelurahan tidak mau tahu dengan keadaan lingkungan mereka. Selain itu warga juga sangat mengharapkan supaya jalan di lokasi yang rusak parah juga dapat diperbaiki.

Menanggapi keluhan warga,  Parlaungan Simangunsong ST pun memberikan kontribusi supaya warga dapat mengerjakan pengorekan parit hingga tuntas.
Dikatakan anggota Dewan itu, bahwa terlihat jelas tidak adanya kepedulian Pemko Medan dengan lokasi-lokasi di pinggiran kota terutama yang banyak didiami orang Batak.

"Kadang-kadang pemerintah melupakan lokasi di pinggiran kota. Jangan hanya inti kota saja yang diperhatikan, sebab warga yang tinggal di Jalan Tangguk Bongkar 8 juga penduduk Kota Medan. Saya pastinya akan membantu memberi sumbangan, supaya perjuangan warga tidak kandas di tengah jalan," tegasnya.

Biasanya, sambungnya, anggaran dari Pemko Medan, khususnya Dinas Marga sebesar Rp 600 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta parit. Pihaknya juga mengetahui bahwa ada tenaga honor untuk tim pengorekan parit yang jumlahnya mencapai seratusan orang.

"Bila terjadi banjir, tim pengorekan parit sudah siap melaksanakan tugasnya. Namun kemana semua tenaga honor itu, padahal anggaran dari Dinas Marga cukup besar. Pada 2012 lalu saya juga pernah menyumbangkan peralatan untuk pengorekan parit kepada warga, supaya dapat digunakan. Namun itu semua tidaklah cukup, sebab pemerintah tidak memerdulikan nasib warga," ujarnya.

Lanjutnya anggota Komisi D itu, ia mengaku sudah melaporkan kegiatan positif warga kepada Camat Medan Denai dan Lurah Tegalsari Mandala 2. Camat dan lurah  berjanji kepada Parlaungan akan membantu warga.

"Kebetulan tadi saya menelepon camat dan lurah untuk koordinasi. Namun keduanya sedang di luar kota. Mereka berjanji akan meninjau lokasi serta membantu warga. Untuk anggaran perbaikan jalan sudah ada di Pemko Medan. Tinggal menunggu waktu saja, jalan-jalan rusak segera diperbaiki," pungkasnya.(A17/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru