Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Ir Bonar Sirait MSi: Penyuluh Diharapkan Mampu Realisasikan Target Tanam Padi 412.204 Ha

- Selasa, 20 September 2016 11:00 WIB
326 view
Ir Bonar Sirait MSi: Penyuluh Diharapkan Mampu Realisasikan Target Tanam Padi 412.204 Ha
SIB/Dok
Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakoorluh P2K) Sumut Ir Bonar Sirait MSi belum lama ini melakukan praktek lapangan bersama dengan peserta bimbingan teknis aparatur penyuluh, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan pelaku
Medan (SIB)- Mengantisipasi berbagai tantangan pembangunan pertanian di Sumut, sumber daya manusia (SDM) penyuluh pada era otonomi daerah ke depan diharapkan dapat didukung oleh tenaga-tenaga fungsional yang handal dan profesional. Karenanya, para tenaga penyuluh pertanian haruslah memiliki kompetensi dan inovasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya di lapangan, sekaligus meningkatkan produksi padi dan pangan lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakoorluh P2K) Sumut Ir Bonar Sirait MSi saat menutup Bimbingan Teknis Budidaya Padi, Jagung dan Kedelai Bagi aparatur penyuluh, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan pelaku utama Provinsi Sumut 2016, Sabtu (17/9) di Medan.

Dia mengatakan, tugas dan fungsi penyuluh antara lain menguasai teknologi penyuluhan antara lain metode, materi, komunikasi, teknik fasilitasi dan teknik penyuluhan serta menciptakan inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian. Juga menguasai teknologi pemberdayaan masyarakat yang meliputi pendampingan dan penguatan kelembagaan. Kemudian memiliki pengetahuan substansi pertanian dan teknologi serta pemasarannya.

Dia juga mengatakan penyuluh pertanian, dan peserta Bintek merupakan ujung tombak pembangunan di Sumut. "Penyuluh dan peserta Bintek harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengubah sikap dan perilaku petani agar mau dan mampu mendukung pembangunan pertanian di Sumut. Juga sadar akan pentingnya ketahanan pangan, baik di tingkat nasional, terutama untuk provinsi Sumut," katanya.

Menurut dia, dengan kuatnya ketahanan pangan Indonesia, khususnya Sumut akan memperkuat ketahanan negara Republik Indonesia. "Jadi ketahanan pangan ini merupakan tanggungjawab kita semua, khususnya aparatur penyuluh, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan pelaku utama, yakni petani. Makanya sesuai arahan Gubsu HT Erry Nuradi, kita harus bisa merealisasikan target produksi pangan yang telah ditetapkan ke depan. Apalagi kita sudah melakukan praktek selama dua hari di Desa Sumberejo Kec Pagar Merbo, Kabupaten Deliserdang," katanya.

Dijelaskannya atas dasar statistik jumlah penduduk Sumut 13.717.595 jiwa dengan produksi beras 2.299.693 ton maka Sumut surplus 422.440 ton atau swasembada 122,50 persen, karena kebutuhan beras per tahun 1.877.253 ton. Sementara konsumsi beras masyarakat 136,85 kg per kapita per tahun. "Ditinjau dari ketersediaan sumber daya lahan dan air, kemajuan teknologi, serta dukungan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pertanian, maka produksi padi di Sumut masih dapat ditingkatkan baik melalui kegiatan pencetakan areal sawah baru, meningkatkan luas panen dan meningkatkan produktivitas lahan," katanya.

Untuk komoditi padi rencana tanam hingga September 2016 ini, kata dia, Sumut harus mampu merealisasikan target tanam padi seluas 412.204 ha. "Penyuluh dan peserta Bintek diharapkan mampu realisasikan target tanam padi 412.204 ha hingga sampai akhir September ini," katanya.

Dia meminta, agar para peserta Bintek dapat menguasai materi yang akan dipaparkan untuk disampaikan kepada petani. Selain itu, juga harus rajin melakukan inovasi dan penelitian untuk meningkatkan produksi pertanian di daerahnya. Dengan penyuluh yang ada sekarang ini diharapkan Sumut bisa tetap menjadi lumbung pangan nasional. (A12/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru