Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Konsul AS Juha P Salin Ramah Tamah dengan Awak Media

- Rabu, 21 September 2016 10:08 WIB
645 view
Konsul AS Juha P Salin Ramah Tamah dengan Awak Media
SIB/Nelly Hutabarat
FOTO BERSAMA: Konsul AS untuk Sumatera Juha P Salin (tengah) berfoto bersama setelah menggelar ramah tamah dengan wartawan Medan, Senin (19/9).
Medan (SIB)- Konsul Amerika Serikat (AS) Perwakilan Sumatera Juha P Salin, Senin (19/9) melaksanakan ramah tamah dengan kalangan awak media. Dalam pertemuan itu, Juha didampingi Wakil Konsul Tamra Greig dan staf konsulat Rachma Jaurinata.  "Saya sudah dua bulan bertugas di Medan. Sebagai perwakian pemerintah AS di Medan, saya harus menciptakan hubungan yang baik antar kedua negara, baik dengan pemerintah pusat di Jakarta mau pun pemerintah di daerah," jelasnya.

Pria yang pernah bekerja di Kantor Bagian Asia Timur dan Pasifik di Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) itu menegaskan, pemerintahan Presiden Barack Obama tetap komit memberikan dukungan terhadap program kerja pemerintah Indonesia di segala bidang khususnya pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan Presiden Joko Widodo. Dukungan yang diberikan pemerintah AS dalam bentuk penyediaan tenaga konsultan.

"Beberapa hari lalu kami mendatangkan ahli manajemen transportasi dan pengembangan pelabuhan dari San Fransisco ke Pelindo 1," jelasnya seraya menambahkan Konsulat AS juga akan mendatangkan pakar untuk membicarakan terkait tax amnesty dan isu ekonomi lainnya.

Saat ditanya apakah pemerintah Amerika memiliki proyek untuk mengembangkan pariwisata di Sumatera Utara khususnya Danau Toba, Juha mengaku tidak ada program khusus tersebut.

Juha yang sudah dua bulan bertugas mengaku sangat senang tinggal di Medan karena masyarakatnya yang ramah dan makanannya juga enak. Untuk mendukung tugas-tugasnya di Medan, Juha mengaku belajar Bahasa Indonesia selama tiga bulan di Washington DC. Juha menjelaskan dirinya pernah bertugas ke sejumlah negara seperti Malaysia, Afghanistan dan Polandia. "Isu-isu yang menarik saat ini yakni pendidikan, perdagangan dan politik," katanya. (A2/R16/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru