Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Bakoorluh P2K Sumut Gelar Bintek Bagi Anggota PKK/Anggota Poktan Sumut

* Bonar Sirait : Jagung dan Bawang Merah Dua Komoditas Unggulan Strategis Nasional * Honorer Penyuluh Pertanian Jangan Terpancing Iming-iming Calo
- Rabu, 28 September 2016 16:11 WIB
405 view
Bakoorluh P2K Sumut Gelar Bintek Bagi Anggota PKK/Anggota Poktan Sumut
SIB/Dok
Kepala Bakoorluh P2K Provsu Ir Bonar Sirait MSi menyamatkan tanda peserta dan memberi bahan pelatihan secara simbolis kepada peserta, usai membuka Bimbingan Teknis bagi anggota TP PKK/anggota Poktan Desa Bangdes-Madu Provsu 2016 di Hotel Grand Jamee Medan
Medan (SIB) -Komoditi jagung dan bawang merah adalah dua komoditas unggulan dari 7 komoditas strategis nasional yang sedang diprogramkan dalam perwujudan swasembada pangan di Indonesia. Karenanya kegiatan pertemuan/bimbingan teknis bagi anggota TP. PKK/anggota kelompok tani (Poktan) desa binaan tim penggerak PKK Sumut tahun 2016 ini, sangat penting dan strategis meningkatkan produk jagung dan bawang merah di desa atau di daerah masing-masing.

Demikian sambutan Kepala Badan Koordinator Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakoorluh P2K) Provsu Ir Bonar Sirait MSi saat membuka Bimbingan Teknis bagi anggota TP  PKK/anggota Poktan Desa Bangdes-Madu Provsu 2016 di Hotel Grand Jamee Medan, Selasa (27/9) petang. Acara ini dihadiri peserta dari Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Dairi dan lainnya.

Dia mengatakan, melalui Bintek ini diharapkan para peserta dapat meningkat pengetahuannya dalam mengembangkan kedua komoditas unggulan dimaksud.
"Kegiatan penyuluhan berupa pelaksanaan demonstrasi plot (Demplot) yakni sebagai percontohan di bidang pertanian, telah dilaksanakan setiap tahun oleh Bakoorluh P2K Provsu sebagai salah satu SKPD pembina Tim Penggerak PKK Provsu di masing-masing Desa Bangdes Madu. Dengan dilaksanakannya Demplot ini diharapkan terbangun kerjasama yang saling melengkapi antara Tim Penggerak PKK dan anggota Poktan di Desa Bangdes Madu di bawah bimbingan penyuluh lapangan, dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dalam mengembangkan kedua komoditas unggulan itu di masing-masing Desa Bangdes Madu.
Akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus membangun gender yang berkeadilan melalui pengembangan budidaya dan bawang merah," katanya.

Selain peran Tim PKK dan anggota Poktan, kata dia, peran penyuluh di desa-desa juga sangat penting dalam membina petani dalam meningkatkan produk kedua komoditas unggulan ini. "Diharapkan dengan adanya rencana pemerintah dalam merekrut sejumlah penyuluh menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), para penyuluh semakin giat bekerja membina petani," ujarnya.

Namun dia mengingatkan, para honorer Penyuluh Pertanian yang masuk kategori Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu (THL-TB) di wilayah Sumut agar tidak terpancing dengan bujuk rayuan oknum tertentu yang mengaku bisa mengurus mereka untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).  "Kita himbau agar para penyuluh honorer di Sumut tidak terpancing jika ada yang mengaku-ngaku bisa menguruskan mereka jadi ASN. Saya pastikan pengangkatan ASN murni berdasarkan kebutuhan dan kemampuan mereka. Makanya Pak Gubernur memerintahkan saya untuk mengingatkan jangan sampai ada korban yakni masyarakat yang tertipu dengan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi ini," ujar Bonar  sehubungan dengan adanya program pemerintah yang akan mengangkat para honorer Penyuluh Pertanian menjadi ASN.

Lebih lanjut dikatakannya, para honorer Penyuluh Pertanian yang ada di Sumut diminta untuk fokus terhadap persiapan-persiapan dan ketentuan yang telah diatur termasuk juga mempersiapkan diri menghadapi test yang akan dilakukan pada 3 sampai 6 Oktober mendatang.

Dia mengatakan setidaknya ada 519 honorer Penyuluh Pertanian yang masuk kategori Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu (THL-TB) berusia di bawah 35 tahun dan akan mengikuti test CPNS. Sedangkan THL-TB yang berusia di atas 35 tahun sebanyak 1.138 orang. Walaupun sudah berusia di atas 35 tahun namun mereka juga akan diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN P3K). "Kalau yang di atas 35 tahun menunggu Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Kalau yang di bawah 35 tahun rencananya sebelum mengikuti tes CPNS mereka akan kita berikan pembekalan," pungkasnya.(A12/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru