Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Banjir di Medan Makin Parah dan Meluas

Pemko Medan Diminta Fungsikan Riol-riol Raksasa Proyek MUDP Masa Lalu

- Jumat, 30 September 2016 10:35 WIB
387 view
Pemko Medan Diminta Fungsikan Riol-riol Raksasa Proyek MUDP Masa Lalu
Medan (SIB) -Pemerintah baik pusat dari jajaran Kementerian PU dan Pemerintah Kota Medan diminta membongkar objek-objek proyek MUDP (Medan Urban Development Project)  untuk mencari dan memungsikan kembali riol-riol raksasa yang dibangun pada periode 1985-1990 silam.

Pemerhati infrastruktur dari kalangan anggota DPRD Sumut, Juliski Simorangkir, dan Ir Robert Sianipar dari  DPD Relawan Mutiara Jokowi Sumut menyampaikan permintaan itu kepada wartawan secara terpisah, (Kamis (29/9). Alasannya warga Medan saat ini makin mencemaskan ancaman banjir yang  terjadi setiap kali turun hujan terlebih karena saat ini hampir seluruh titik atau lokasi di sekitar kota Medan sudah dilanda genangan air yang cukup tinggi, hingga di atas setengah meter.

"Secara khusus, wacana atau desakan agar proyek MUDP bahkan proyek MMUDP-1 dan MMUDP-2 itu dibongkar untuk memastikan kembali posisi riol-riol raksasa yang dibangun dulu, sudah dicetuskan dalam dialog publik pembangunan infrastruktur Kota Medan, yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan, belum lama ini. Tapi, ya begitulah, belum ada respon yang menjanjikan untuk ini," ujar Juliski kepada SIB di Medan, Kamis (29/9).

Dia membenarkan,  sejumlah pihak dari berbagai elemen masyarakat di kota ini  kembali memertanyakan kondisi dan posisi sarana-sarana kendali arus banjir yang ada di kota ini, baik berupa riol-riol raksasa sebagai gorong-gorong saluran utama arus banjir yang  beberapa tahun lalu dibangun dengan biaya  hingga ratusan miliar (kini bernilai triliunan).

Dengan menyontohkan situasi kota Medan yang diguyur hujan pada Rabu petang (28/9) kemarin, sejumlah lokasi kota Medan yang kian tergenang banjir dengan masa genang yang cukup lama (berjam-jam hingga berhari), antara lain ruas Jln Dr Mansyur, Pasar 5, Pasar 6, Pasar 7 Padangbulan yang sudah mencapai ruas Jln Pembangunan yang selama ini masih terbilang aman dari genangan.

Lokasi lain yang juga tergenang adalah Jln Setia Budi (mulai Pasar 1), Jln Djamin Gintings hingga jembatan fly over (Simpang Pos), Jln HM Yamin mulai Simpang Sutomo, sejumlah ruas di kawasan Pasar Pringgan, sepanjang jalan Sambu-Sutomo hingga Krakatau, Jln HM Joni dan kawasan Teladan si Kecamatan Medan Kota, Pasar 1 ring road (Jln Gagak Hitam), dan lainnya termasuk komplek pemukiman di kawasan Padangbulan dekat Royal Sumatera yang telah mengakibatkan warga setempat mendemo kantor salah satu developer yang dituding membangun perumahan dengan dampak menimbulkan banjir di lokasi sekitar.

"Proyek-proyek pembangunan  di sektor drainase yang dilaksanakan setiap tahun  harusnya sudah menjadikan Kota Medan relatif terbebas atau setidaknya terminimalisir dari  banjir. Kenyataannya, banjir malah makin parah dan meluas sehingga protes warga tak hanya kepada pemerintah tetapi juga menjalar kepada developer. Solusinya, bongkar saja proyek MUDP itu, cari di bagian mana atau ujung riol-riol raksasa itu, dan fungsikan kembali sebagai alur arus banjir sebagaimana rencana fungsi semula dulunya," katanya serius.

Hal senada dicetuskan Robert Sianipar dan Jannes Perangin-angin dalam sesi dialog publik pembangunan infrastruktur kota Medan belum lama ini, bahwa Pemko Medan selama ini  tampak tidak serius atau malah tidak mengerti menangani potensi dan kondisi banjir yang sudah menjadi masalah 'krusial dan karatan' terus. Sehingga, warga kota ini semakin banyak bilang muncul 'danau-danau baru' pada saat banjir akibat hujan yang melanda Medan.

"Sarana drainase sekitar kota tak diurus dengan baik, sosialisasi kebersihan tak maksimal. Banyak proyek penanganan banjir dikerjakan sejak puluhan tahun lalu selama ini, malah jadi proyek mubajir karena tak tampak manfaatnya. Pihak Pemko Medan sekarang ini maunya  berani membongkar dan mencari dimana saja posisi gorong-gorong atau riol-riol raksasa yang dibangun dulu itu. Kalau tidak, Medan betul-betul bisa jadi 'danau' nantinya ketika diserang hujan dari arus kiriman dari hulu atau serangan arus rob," ujar mereka. (A04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru