Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

SMAN 1 Tanjungmorawa Jadi Sekolah Rujukan di Deliserdang

- Jumat, 30 September 2016 10:54 WIB
1.103 view
SMAN 1 Tanjungmorawa Jadi Sekolah Rujukan di Deliserdang
Deliserdang (SIB) -SMA Negeri 1 Tanjungmorawa menjadi salah satu sekolah rujukan di Deliserdang sesuai dengan keputusan Inspektorat Mendikbud RI.
Dengan itu, SMAN-1 Tanjungmorawa menjadi sekolah model atau sekolah percontohan bagi tingkat SLTA di  Deliserdang.

Hal itu diketahui ketika SMAN-1 Tanjungmorawa mensosialisasikan SMA rujukan dengan tema "Penumbuhan Budi Pekerti" dihadiri 2 Kepala SMA Negeri dan 5 Kepala SMA swasta di Tanjungmorawa dan Batangkuis, para tokoh masyarakat serta Muspika Tanjungmorawa, Rabu (28/9) di Aula SMAN-1 Tanjungmorawa.

Usai membuka sosialisasi, Kepala Dikpora Deliserdang Dra Wastianna Harahap mengapresiasi sekolah tersebut bisa menjadi sekolah rujukan. Diharapkan, sekolah tersebut nantinya menjadi sekolah percontohan untuk meningkatkan mutu pendidikan di  Deliserdang. Sebelumnya, SMA Negeri 1 Lubukpakam, telah meraih sekolah rujukan yang pertama di  Deliserdang.

Kepala SMA Negeri 1 Tanjungmorawa Drs James MPd menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Inspektorat Mendikbud terhadap SMAN-1 Tanjungmorawa menjadi sekolah rujukan. Hal itu tentu tidak terlepas dari bimbingan dan binaan dari Bupati Deliserdang dan Kadis Dikpora yang peduli untuk memajukan mutu pendidikan di Deliserdang.

Menurutnya, konsep SMA rujukan adalah telah memenuhi atau melampaui SNP (Standar Nasional Pendidikan), mengembangkan ekosistem sekolah menjadi tempat yang kondusif sebagai tempat belajar. Mengembangkan praktik terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan berkelanjutan, melakukan inovasi dan prestasi baik akademik maupun non akademik, serta melaksanakan program kebijakan pendidikan yang layak menjadi sekolah rujukan lain.

Dengan itu, setiap penerimaan siswa baru di SMAN-1 Tanjungmorawa, harus melalui seleksi test urine, agar pelajar di SMAN-1 Tanjungmorawa, bersih dari Narkoba. Disebutkan, melalui penumbuhan budi pekerti luhur yang menjadi budaya sekolah akan berdampak pada penampilan, pelayanan dan prestasi (3P) yang dicapai sehingga dapat meningkatkan citra dan nilai sekolah. (HYS/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru