Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Anggota DPR RI Marwan Dasopang:

Pemerintah dan BLH Nasional Perlu “Sidak” ke Bandara KNIA

- Jumat, 30 September 2016 10:55 WIB
168 view
Pemerintah dan BLH Nasional Perlu “Sidak” ke Bandara KNIA
Kualanamu (SIB) -Anggota DPR RI  dari Komisi IX Drs Haji Marwan Dasopang mengatakan pemerintah dan badan  lingkungan hidup nasional perlu "sidak" ke Bandara KNIA Deliserdang tekait  pembuangan limbah  Bandara itu ke parit di sekitar daerah itu.

Menjawab pertanyaan wartawan SIB di Bandara Kualanamu,Rabu(28/9). malam Anggota DPR Marwan Dasopang itu minta agar pihak kantor Cabang PT Angkasa Pura II Kualanamu mematuhi peraturan soal lingkungan hidup.

"PT Angkasa Pura II selaku Badan Usaha Milik Negara(BUMN) harus memberikan contoh mematuhi peraturan soal lingkungan hidup ke perusahaan sewasta nasional lainnya," ujar Dasopang.

Badan-badan lingkungan hidup nasional,menurut Marwan Dasopang harus meneliti serius sejauh mana kerusakan tanah dan penyebaran penyakit akibat pencemaran pembuangan limbah Bandara KNIA itu ke parit di sekitar itu.

"Iya,pihak PT Angkasa Pura II harus diberikan sanksi kalau ditemukan ada kerusakan tanah milik masyarakat  dan penyebaran penyakit  akibat pembuangan limbah Bandara itu ke parit," ujar Dasopang. Bahkan, menurut Dasopang, jutaan pengguna jasa angkutan udara lewat Bandara KNIA tak merasa nyaman akibat limbah Bandara yang luar biasa itu dibuang mengalir ke parit di sekitar daerah itu.

Bandara KNIA Deliserdang  dilanda bau busuk tinja manusia dan limbah yang dibuang ke parit yang mengalir di sekitar daerah itu.

Petugas PT Angkasa Pura II Kualanamu setiap satu bulan sekali tetap beraksi membuang limbah Bandara itu ke parit. Tinja manusia dan limbah lainnya terlihat mengapung di atas permukaan air yang mengalir melalui parit  persis  di area parkir premium kedatangan penumpang Bandara kebanggaan warga Sumut itu.

Mengenai Tim bangunan yang dikerahkan PT Angkasa Pura II sulit menemukan atap Bandara KNIA yang bocor, anggota DPR Marwan Dasopang itu meragukan tentang keahlian tim yang diterjunkan melacaknya.

"Ah, tak mungkin tenaga ahli yang menyandang gelar insinyiur sulit menemukan bagian atap yang bocor," ujar Dasopang tertawa.

Humas dan Protokoler Manager PT Angkasa Pura II Kualanamu Wisnu Budi Setianto menyatakan, tim yang dikerahkan menemukan 33 titik bagian atap diduga bocor. Namun hingga saat ini tim yang dikerahkan itu sulit menemukan bagian atap Bandara KNIA yang bocor.(A/13/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru