Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Lost Ratio Asuransi Kendaraan Bermotor di Medan Tinggi

- Jumat, 30 September 2016 14:52 WIB
227 view
Lost Ratio Asuransi Kendaraan Bermotor di Medan Tinggi
Sibolangit (SIB)- Banyaknya kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalanan menyebabkan klaim asuransi kendaraan sangat tinggi.

"Masyarakat tidak tertib berlalulintas menyebabkan lost rasio asuransi kenderaan bermotor di Medan Capai 150 %," kata Fadil Syam, Kepala Cabang PT Asuransi Jasaraharja Putera Sumut didampingi Kasi Klaim Sidik Yuni Handoko pada acara media gathering yang digelar Kantor Regional 5 OJK Sumbagut di D'Hill Sibolangit Rabu (28/9). Dikatakan, akibat asuransi kendaraan bermotor beresiko tinggi, sehingga banyak perusahaan yang tidak mau mengcovernya.

Fadil menyebut tingginya klaim asuransi kendaraan kemungkinan karena banyak pengendara yang ugal-ugalan di jalanan ditambah kendaraan yang makin menjamur sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Katanya, ada istilah "Supir Medan" yang berkonotasi buruk terhadap cara berkendaraan orang Medan. Di Medan lampu merah dilanggar, lalu berkendara ugal-ugalan, dan sebagainya. Kondisi ini sudah terkenal bahkan sampai ke Jawa.

Dia juga mengatakan, asuransi kendaraan yang dicover seperti adanya benturan di kendaraan, pencurian meski ada asuransi dari leasing, namun sebagiannya diserahkan ke PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Target premi untuk seluruh produk tahun 2015 sebesar Rp30 miliar, namun tahun 2016 hanya Rp29 miliar. Penurunan target inipun karena luas kendaraan makin besar sehingga banyak yang tidak dicover. Para peserta asuransi kendaraan bisa dalam setahun sebanyak empat kali klaim, bahkan lebih karena kendaraannya sering lecet, terbentur dan malahan rusak. "Kami tidak bisa membatasi klaim peserta, kecuali nanti ada peraturan baru dari OJK," katanya.

Secara umum, Fadil menyebut produk yang diminati lainnya yakni surety bond dan asuransi kredit. PT Jasaraharja Putera memang merupakan pelopor surety bond di Indonesia yang memberikan jaminan dengan standar kualitas internasional bersertifikasi ISO 9001:2000.

Ia menambahkan, perusahaan asuransi ini didirikan pada 17 Nopember 1993 di Jakarta. Saat ini melayani di seluruh Indonesia dengan 27 kantor cabang dan 87 kantor pemasaran.

Menyinggung nilai klaim untuk asuransi kendaraan bermotor di Medan, katanya, antara Rp 800 juta sampai Rp.1,5 Miliar perbulan. Lost rasionya 150 %. Ini sudah terkenal bahkan sampai ke Jawa.

"Klaim kita paling besar untuk asuransi kendaraan bermotor itu, karena kecelakaan. Kendaraan hancur. Kalau klaim karena hilang itu masih lebih sedikit," tambahnya.

Selain faktor tertib lalulintas, kondisi jalan di Medan juga membuat tingkat kerusakan kendaraan semakin tinggi. Lost rasio industri asuransi kendaraan bermotor juga diperparah dengan perilaku para nasabah asuransi kendaraan bermotor di Medan.

"Di Medan ini, kalau lecet sedikit saja langsung klaim. Mereka mau mobilnya tetap kinclong. Padahal untuk satu lecetan, klaim yang harus dibayarkan itu sampai satu plat penuh. Setidaknya sekali klaim Rp.500 Ribu. Kalau kita hitung-hitung, dengan premi mereka yang cuma 3 % dari harga kendaraan, klaim yang dibayarkan itu jadi sangat tinggi,"sebut Fadil.

"Seperti untuk sebuah kendaraan minibus seharga Rp.150 Juta-Rp.200 Juta. Paling-paling preminya Rp.6 Juta setahun. Tapi klaimnya bisa berulang-ulang selama setahun," tambahnya.

Fadli menegaskan, tingginya lost rasio pada kegiatan industri asuransi kendaraan bermotor di Medan ini, menggerus target perolehan premi. Mereka memutuskan untuk mengurangi penjualan polis asuransi kendaraan bermotor, guna menekan kerugian.

"Untuk itu kita himbau masyarakat Medan untuk tertib berlalulintas, agar kegiatan industri ini (asuransi kendaraan bermotor) bisa tumbuh lagi. Kita juga ikut aktif melakukan sosialisasi tertib lalulintas," tutupnya. (A2/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru