Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Konsulat AS Undang Anak Muda Sumut Ikut Program YSEALI

- Sabtu, 01 Oktober 2016 11:25 WIB
212 view
Konsulat AS Undang Anak Muda Sumut Ikut Program YSEALI
Medan (SIB) -Konsul Amerika untuk Sumatera, Juha P Salin mengundang anak-anak muda di Sumatera Utara untuk mengikuti Program YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative). Program yang diluncurkan Presiden Barack Obama sejak tahun 2013 itu bertujuan meningkatkan hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Asia Tenggara, telah diikuti ribuan anak muda dari seluruh Asia Tenggara.

"Program ini memberi kesempatan bagi para pelajar dan mahasiswa mengikuti kuliah singkat selama lima minggu di beberapa universitas atau perguruan tinggi di Amerika Serikat," ujar Juha kepada wartawan di kediaman Konsulat Amerika, Jalan Walikota, Jumat (30/9).

Didampingi Wakil Konsul AS Tamra H Greig, Juha memperkenalkan dua warga Indonesia yang telah mengikuti program tersebut yakni Meidina Sembiring, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Eka Prahadian.

Juha menjelaskan Program YSEALI memberikan kesempatan kepada anak-anak muda yang akan menjadi calon pemimpin yang tertarik di bidang civic engagement, environmental issues dan sosial entrepreneurship and economic development.

Lebih lanjut Juha menjelaskan sejauh ini baru enam orang dari Sumatera Utara yang mengikuti program tersebut. "Kami ingin lebih banyak lagi anak-anak muda di Sumut untuk ikut. Bagi mereka yang tertarik bisa mendaftar dengan mengisi formulir yang dapat didownload di situs Kedubes Amerika. Batas pendaftaran hingga 10 Oktober 2016," katanya.

Sejumlah kegiatan lain telah disediakan dalam program ini, di antaranya pengembangan kepemimpinan, studi tur pendidikan, kegiatan pelayanan masyarakat serta diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan pelajar di Amerika. "Program ini akan berakhir di Washington, sehingga semua peserta bisa terlibat dengan para pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah, pebisnis, serta para pemikir di Amerika," jelasnya.

Meidina, yang mengikuti Program YSEALI Academic Fellows, menjelaskan tidak terlalu sulit untuk mengikuti program tersebut. "Kita harus menunjukan minat, pengetahuan, atau pengalaman profesional pada salah satu tema dari YSEALI. Calon peserta juga diminta mempresentasikan essay sesuai dengan tema yang dipilihnya," ujarnya.

Gadis berdarah Karo kelahiran Medan itu, mengatakan, para peserta diminta rajin melakukan dialog sesama umat beragama. "Saya non muslim dan belajar di tempat muslim. Bagaimana melakukan dialog antara sesama teman dan dosen-dosen. Jadi, tidak hanya mencari perdebatan. Menurut agama kami seperti ini atau seperti itu, tetapi justru menghargai dan saling beriringan. Program ini tidak boleh berhenti di saya, tetapi harus disampaikan ke tempat lain," katanya. (R16/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru