Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

1.748 Warga Binjai Jadi Korban Banjir, Dua Rumah Rusak Diterjang Angin

- Sabtu, 01 Oktober 2016 11:33 WIB
256 view
1.748 Warga Binjai Jadi Korban Banjir, Dua Rumah Rusak Diterjang Angin
Binjai (SIB) -Sebanyak 1.748 warga dari 424 keluarga pada tiga kelurahan di Binjai, menjadi korban banjir luapan air Sungai Mencirim, pasca wilayah itu diguyur hujan disertai angin kencang dan petir, Rabu -Jumat (28-30/9).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, wilayah terdampak banjir meliputi Kelurahan Tambung Timur Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, serta Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota.

Rincian jumlah korban meliputi, 504 warga dari 112 keluarga di Kelurahan Mencirim, dan 1.013 warga dari 248 keluarga di Kelurahan Setia, serta 222 warga dari 62 keluarga di Kelurahan Rambung Timur, dan 9 warga dari dua keluarga di Kelurahan Rambung Dalam.

"Meskipun pagi ini permukaan air Sungai Mencirim sudah kembali normal, namun untuk antisipasi, kita tetap menyiagakan tiga posko penanggulangan bencana banjir," ujar Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani, Jumat (30/9).

Ketiga posko itu katanya masing-masing ditempatkan di Jalan Bengkalis, Kelurahan Rambung Dalam, Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, dan Jalan Tuanku Imam Bonjol, Kelurahan Setia.

Rumah Rusak
Selain banjir, kuatnya tekanan angin turut menyebabkan dua rumah warga di Kelurahan Tanah Seribu dan Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, rusak berat.

Keduanya milik Rudi (43), warga Jalan Sei Wampu, Lingkungan VII, Kelurahan Tanah Seribu, dan Udin (58), warga Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan I, Kelurahan Pujidadi.

"Rumah rusak di Kelurahan Tanah Seribu, karena tertimpa pohon kelapa sawit yang tumbang. Sedangkan di Pujidadi, seluruh atap rumah lepas diterjang angin," ujar Ahmad Yani.

Beruntung menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Namun kerugian material para korban diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

"Proses rehabilitasi pasca bencana sudah kita lakukan. Karena sejak kemarin malam, puluhan personel Tagana sudah kita terjunkan ke lokasi terkait, termasuk distribusi makanan instan," jelasnya. (A31/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru